Puan Maharani Minta Pemerintah Antisipasi Dampak Kurs Rupiah Merosot

Puan Maharani, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (Ketua DPR RI) .
Penulis: Moch Febrianto
Rabu, 13 Mei 2026 | 13:11:31 WIB

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pemerintah serta pemangku kebijakan terkait untuk melakukan langkah antisipasi terhadap terus merosotnya nilai tukar rupiah yang saat ini telah mencapai level Rp17.503 per dolar AS.

Menurut Puan Maharani, tren pelemahan rupiah tersebut perlu diwaspadai bahkan hingga proyeksi tahun 2027. Ia menekankan agar pemerintah benar-benar memperhatikan dinamika global yang memicu tekanan pada mata uang domestik tersebut.

"Situasi ini jangan sampai pengaruhnya itu nantinya akan membuat Indonesia jadi terpuruk," kata Puan Maharani setelah memimpin rapat paripurna di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa.

Dalam masa sidang kali ini, Puan Maharani menjelaskan bahwa DPR RI segera memulai pembahasan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) guna menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2027.

"Itu juga termasuk dalam mengantisipasi APBN dan fiskal yang akan datang," kata Puan Maharani.

Ia menilai kondisi tekanan kurs ini tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan dipengaruhi faktor global. Oleh karena itu, Puan Maharani meminta pemerintah bersama Bank Indonesia untuk segera mengambil tindakan nyata.

Sebelumnya, pada Selasa siang pukul 11.47 WIB, nilai tukar rupiah terpantau melemah 89 poin atau sekitar 0,51 persen ke angka Rp17.503 per dolar AS, jika dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di level Rp17.414 per dolar AS.

Analis ekonomi mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menyebutkan bahwa pelemahan ini dipicu oleh ketegangan yang masih terjadi di Selat Hormuz.

“Ketegangan di Selat Hormuz ini masih terus memanas walaupun dianggap bahwa perang ini sudah usai kata Trump (Presiden AS Donald Trump),” katanya dalam rekaman suara di Jakarta.

Reporter: Moch Febrianto