JAKARTA - Harga emas batangan produksi PT Antam Tbk (ANTM) diprediksi akan bergerak secara fluktuatif pada sesi perdagangan Rabu, 13 Mei 2026. Proyeksi ini muncul menyusul kenaikan harga yang cukup tajam pada hari bursa sebelumnya.
Ibrahim Assuaibi selaku pengamat pasar komoditas memperkirakan nilai jual emas Antam akan bermain pada kisaran Rp2.750.000 hingga Rp2.900.000 per gram.
Ia menyebutkan ada beberapa angka krusial untuk titik batas bawah dan atas.
“Jika turun, support pertama di Rp 2.786.000 per gram. Support kedua di Rp 2.750.000 per gram,” kata Ibrahim, Pengamat pasar komoditas.
Selain adanya potensi koreksi, harga logam mulia ini juga berpeluang kembali menguat menuju level resistansi. Pergerakan ini akan sangat bergantung pada dinamika pasar global serta sentimen para investor.
“Namun, Ibrahim juga melihat peluang harga emas Antam kembali naik ke level resistance pertama di Rp 2.866.000 per gram hingga resistance kedua di level Rp 2.900.000 per gram,” kata Ibrahim, Pengamat pasar komoditas.
Merujuk pada data Logam Mulia hari Selasa, 12 Mei 2026, harga emas Antam melonjak Rp40.000 ke angka Rp2.859.000 per gram. Hal ini membalikkan keadaan setelah pada Senin lalu sempat turun Rp20.000 ke posisi Rp2.819.000 per gram.
Kenaikan signifikan juga terlihat pada harga buyback atau beli kembali yang naik Rp50.000 ke Rp2.676.000 per gram. Sepanjang tahun 2026, performa emas Antam tercatat sudah tumbuh 14 persen dari posisi awal tahun.
Terkait regulasi perpajakan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, transaksi emas tetap dikenakan potongan pajak. Untuk penjualan kembali di atas Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen bagi pemilik NPWP dan 3 persen bagi non-NPWP.
Adapun rekor harga tertinggi emas Antam sepanjang sejarah masih berada di level Rp3.168.000 per gram yang diraih pada 29 Januari 2026. Untuk pembelian, pemilik NPWP dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen.