VIETNAM - Pada hari ini, 13 Mei, nilai tukar USD terpantau mengalami kenaikan sebesar 6 dong di perbankan dan 4 dong di pasar bebas. Tren penguatan ini terjadi seiring dengan kenaikan nilai tukar USD secara global setelah rilis data inflasi Amerika Serikat yang melampaui ekspektasi.
Kurs pertukaran USD hari ini, 13 Mei 2026 Tercatat pada pukul 04.30 tanggal 13 Mei, nilai tukar sentral di Bank Negara Vietnam berada di level 25.123 VND/USD, atau naik 5 VND dari sesi perdagangan sebelumnya.
Secara lebih rinci, di Vietcombank, kurs USD hari ini berada pada posisi 26.099 - 26.379 VND/USD. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 6 VND pada nilai beli, sementara nilai jual tetap stabil dibandingkan sesi sebelumnya.
Bank NCB menetapkan harga beli uang tunai dolar AS dengan kurs terendah, yakni 1 USD = 25.770 VND. Saat ini, VietinBank juga membeli dolar AS melalui transfer bank dengan kurs terendah di angka 1 USD = 25.970 VND. Sebaliknya, Sacombank mencatat kurs beli tertinggi untuk uang tunai maupun transfer di level 1 USD = 26.211 VND.
Untuk nilai jual, MBV Bank menawarkan kurs terendah baik tunai maupun transfer di posisi 1 USD = 26.368 VND. Sementara itu, ABBank dan ACB menjual uang tunai dolar AS dengan kurs tertinggi 1 USD = 26.379 VND, serupa dengan VIB dan VPBank yang menjual transfer di harga yang sama.
Di pasar bebas, nilai tukar USD pada pukul 04.30 tanggal 13 Mei 2026 meningkat 4 dong untuk harga beli dan jual. Saat ini, perdagangan di pasar gelap berkisar antara 26.448 hingga 26.548 dong/USD.
Kurs pertukaran USD di pasar dunia hari ini (13 Mei 2026) Indeks Dolar (DXY) yang memantau nilai USD terhadap enam mata uang utama dunia ditutup pada posisi 98,41 poin, atau menguat 0,49% dari sesi penutupan sebelumnya.
Berdasarkan laporan Reuters, dolar AS terus menguat untuk sesi kedua berturut-turut pada 13 Mei. Hal ini dipicu oleh data ekonomi AS yang menunjukkan lonjakan inflasi melebihi perkiraan.
Departemen Tenaga Kerja AS merilis bahwa Indeks Harga Konsumen (CPI) naik 0,6% pada bulan April dan mencapai 3,8% secara tahunan. Angka tersebut merupakan level tertinggi sejak Mei 2023.
Menanggapi laporan ini, pasar mulai meninggalkan ekspektasi bahwa Federal Reserve (Fed) akan menurunkan suku bunga tahun ini. Sebaliknya, peluang kenaikan suku bunga di akhir tahun justru meningkat tajam.
Para analis meyakini bahwa inflasi yang terus tinggi, terutama dengan harga energi yang tidak menunjukkan tanda-tanda pendinginan, akan mempersulit The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneter dalam waktu dekat.
Indeks USD pun mencatat kenaikan terkuat sejak awal April, sementara euro merosot ke posisi 1,1737 USD/euro.