MSCI Global Standard Mei 2026: 6 Saham Keluar, AMRT Turun ke Small Cap

MSCI Global Standard, Sumber (NET).
Penulis: Aaina Salsa Bila
Rabu, 13 Mei 2026 | 09:23:44 WIB

JAKARTA - Morgan Stanley Capital International (MSCI) telah secara resmi mempublikasikan hasil tinjauan indeks berkala untuk edisi Mei 2026 pada Rabu (13/5). Hasil evaluasi ini cukup mengejutkan lantaran tidak sesuai dengan prediksi pasar sebelumnya.

Dalam proses rebalancing kali ini, lembaga penyedia indeks asal Amerika Serikat tersebut mengeliminasi enam emiten dari MSCI Global Standard Indexes. Daftar saham yang keluar adalah:

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)

PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)

PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)

Walaupun dihapus dari kategori Global Standard, MSCI Inc. memutuskan untuk mengalihkan saham AMRT ke dalam MSCI Small Cap Indexes. Di sisi lain, tercatat ada 13 saham yang didepak dari MSCI Small Cap Indexes, yaitu:

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)

PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK)

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)

PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG)

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO)

PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI)

PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA)

PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM)

PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC)

PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS)

PT Triputra Agro Persada Tbk (TPAG)

PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN)

Pihak MSCI menyatakan perubahan komposisi ini mulai berlaku pasca penutupan perdagangan pada 29 Mei 2026 dan efektif per 1 Juni 2026. Langkah rebalancing ini krusial bagi pasar modal karena memengaruhi arus modal investor global yang menjadikan indeks MSCI sebagai barometer investasi.

Tanggapan OJK Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memang telah mengantisipasi adanya saham dalam negeri yang berpotensi keluar dari indeks MSCI pada periode Mei 2026.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi menyebutkan bahwa penyesuaian ini merupakan bagian dari evaluasi rutin berdasarkan kriteria tertentu.

“Kan kemungkinan ada saham yang akan disesuaikan ya. Ini namanya rebalancing index kan. Jadi ya kalaupun besok pengumumannya kami tunggu, kan mereka udah bilang freeze kan, jadi enggak ada yang baru yang masuk, tapi yang lama mungkin akan keluar,” ujar Friderica saat ditemui di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (11/5/2026).

Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menjadi fokus utama dalam tinjauan kali ini.

Kedua emiten tersebut masuk dalam kategori konsentrasi kepemilikan saham tinggi (high shareholding concentration) yang dinilai berpengaruh pada likuiditas dan aksesibilitas bagi investor.

Reporter: Aaina Salsa Bila