IHSG Hari Ini Berpeluang Menembus Level 8.100 Jelang Data Inflasi AS

Ilustrasi IHSG, Sumber (NET).
Penulis: Aaina Salsa Bila
Selasa, 12 Mei 2026 | 11:04:01 WIB

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bakal melaju ke zona hijau pada sesi perdagangan Selasa, 12 Mei 2026. Target resisten psikologis kini tertuju pada posisi 8.100.

Laju positif ini didorong oleh performa bursa Wall Street yang menghijau. Di sisi lain, para investor tengah menantikan pelonggaran kebijakan moneter global sebelum rilis data ekonomi utama dilakukan.

Pergerakan indeks saat ini melanjutkan tren positif dari penutupan tahun lalu. Kala itu, IHSG sukses menyentuh rekor tertinggi di level 8.088 dengan catatan aksi beli bersih asing mencapai Rp 657 miliar.

Kondisi pasar juga didukung oleh stabilnya nilai tukar rupiah. Selain itu, kinerja emiten pada sektor perbankan serta teknologi dinilai masih sangat kokoh.

Geliat di Bursa Efek Indonesia (BEI) terbantu oleh hasil gemilang pasar modal Amerika Serikat. Indeks Dow Jones terpantau naik 1,12 persen ke level 46.706,58.

Indeks S&P 500 dan Nasdaq pun ikut menguat lebih dari 1 persen. Situasi tersebut memicu gairah investor domestik untuk melakukan akumulasi saham di pasar reguler.

Kini, fokus pelaku pasar dalam negeri beralih pada pengumuman rebalancing indeks global. Sejumlah pemodal mulai melakukan seleksi saham potensial guna mengambil peluang dari momentum ini.

Faktor utama penggerak pasar tetap bersumber dari kebijakan suku bunga. Hal ini akan menjadi penentu arah pergerakan pasar modal untuk masa yang akan datang.

"BRI Danareksa Sekuritas memproyeksi adanya potensi pemangkasan suku bunga bank sentral sebesar 25 bps menjadi 4,5 persen dalam waktu dekat sebagai langkah stimulus ekonomi."

Langkah ini amat dinantikan mengingat dampaknya yang signifikan terhadap harga saham. Sektor perbankan dan properti biasanya menjadi kelompok yang paling responsif.

Pemangkasan bunga diharapkan mampu menekan beban emiten sekaligus mendongkrak daya beli. Pada prosesnya, hal ini akan meningkatkan nilai valuasi saham di bursa.

Sektor teknologi memperlihatkan daya tahan yang baik dengan kenaikan rata-rata 4,55 persen. Sebaliknya, sektor energi terkoreksi tipis 1 persen akibat dinamika harga komoditas.

Investor diimbau untuk tetap mencermati saham-saham dengan fundamental kokoh. Pertumbuhan laba bersih di kuartal kedua menjadi parameter yang krusial.

Bagi investor pemula, pemahaman mengenai cara membaca proyeksi pasar sangat dibutuhkan. Selain itu, aktivitas pemodal internasional perlu dipantau secara berkala dan cermat.

Deretan saham perbankan berkapitalisasi besar layak menjadi perhatian hari ini. Strategi beli saat harga melemah (buy on weakness) direkomendasikan untuk saham yang tengah berkonsolidasi.

Sektor konsumer dan infrastruktur diproyeksikan akan mendapat guyuran dana segar. Hal ini beriringan dengan data inflasi nasional yang menunjukkan tren perbaikan.

Aksi ambil untung (profit taking) dapat diterapkan ketika target harga teknikal sudah terpenuhi. Diversifikasi portofolio tetap menjadi prinsip utama dalam menekan risiko investasi.

Volume perdagangan pada pagi hari ini diprediksi tetap tinggi. Pelaku pasar diminta waspada terhadap fluktuasi yang mungkin muncul dari pernyataan pejabat Federal Reserve.

Reporter: Aaina Salsa Bila