IHSG Hari Ini Berpeluang Menguat ke Level 8.100 Jelang Data Inflasi AS

ILUSTRASI. GRAFIK SAHAM (GAMBAR: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Selasa, 12 Mei 2026 | 09:27:26 WIB

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak naik pada perdagangan Selasa, 12 Mei 2026. Target resisten psikologis berada pada level 8.100.

Kenaikan ini dipicu oleh penguatan bursa Wall Street. Selain itu, investor menanti kebijakan moneter global yang lebih longgar menjelang rilis data ekonomi penting.

Laju indeks hari ini meneruskan tren positif akhir tahun lalu. Saat itu, IHSG mencapai rekor tertinggi di 8.088 dengan aksi beli bersih asing sebesar Rp 657 miliar.

Stabilitas nilai tukar rupiah turut mendukung pergerakan pasar. Performa emiten di sektor perbankan dan teknologi juga terpantau masih sangat solid.

Penguatan di BEI terbantu oleh hasil impresif pasar modal Amerika Serikat. Indeks Dow Jones tercatat naik 1,12 persen menuju posisi 46.706,58.

Indeks S&P 500 dan Nasdaq juga menguat di atas 1 persen. Kondisi ini memicu minat investor domestik untuk mengumpulkan saham di pasar reguler.

Fokus pasar dalam negeri kini tertuju pada pengumuman rebalancing indeks global. Banyak pemodal mulai memilah saham potensial untuk memanfaatkan momentum tersebut.

Kebijakan suku bunga tetap menjadi faktor utama penggerak pasar. Hal ini sangat menentukan arah pergerakan pasar modal untuk periode mendatang.

"BRI Danareksa Sekuritas memproyeksi adanya potensi pemangkasan suku bunga bank sentral sebesar 25 bps menjadi 4,5 persen dalam waktu dekat sebagai langkah stimulus ekonomi."

Kebijakan ini sangat dinantikan karena pengaruhnya yang besar terhadap harga saham. Sektor properti dan perbankan biasanya menjadi yang paling sensitif.

Penurunan bunga dapat mengurangi beban emiten dan meningkatkan daya beli. Hal tersebut pada akhirnya akan meningkatkan valuasi saham di bursa.

Sektor teknologi menunjukkan ketahanan tinggi dengan kenaikan rata-rata 4,55 persen. Namun, sektor energi turun tipis 1 persen karena fluktuasi komoditas.

Investor diminta tetap fokus pada saham dengan fundamental yang kuat. Pertumbuhan laba bersih pada kuartal kedua menjadi indikator yang sangat penting.

Bagi pemodal baru, sangat penting memahami cara membaca prediksi pasar. Aktivitas investor internasional juga wajib dipantau secara rutin dan teliti.

Beberapa saham perbankan besar layak masuk dalam daftar pantau hari ini. Strategi beli saat harga melemah disarankan untuk saham yang sedang konsolidasi.

Sektor infrastruktur dan konsumer diprediksi akan mendapatkan aliran dana segar. Hal ini sejalan dengan membaiknya data inflasi di tingkat nasional.

Strategi ambil untung dapat dilakukan saat target harga teknikal tercapai. Diversifikasi portofolio tetap menjadi kunci utama untuk meminimalkan risiko investasi.

Volume perdagangan pagi ini diperkirakan akan tetap berada di level tinggi. Pelaku pasar perlu waspada terhadap volatilitas dari pernyataan pejabat Federal Reserve.

Reporter: Moch Febrianto