Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah Hingga Level 17.430 Per Dolar AS

Ilustrasi Mata Uang Dolar Rupiah
Senin, 11 Mei 2026 | 15:45:16 WIB

JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini Senin 11 Mei 2026 diperkirakan bergerak fluktuatif tetapi cenderung ditutup melemah pada rentang Rp17.380 hingga Rp17.430 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah pada perdagangan Jumat (8/5/2026), ditutup melemah 49 poin ke level Rp17.382 per dolar AS dari sebelumnya yang berada pada posisi Rp17.359 per dolar AS.

Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan indeks dolar Amerika Serikat kembali menekan rupiah di tengah memanasnya konflik AS dan Iran saat ini.

Ketidakpastian arah kebijakan suku bunga bank sentral AS atau Federal Reserve juga menjadi pemicu. Konflik tersebut memicu kekhawatiran terhadap stabilitas jalur distribusi energi global.

Harapan pasar terhadap pembukaan penuh Selat Hormuz sempat muncul setelah adanya sinyal kesepakatan. Namun, situasi kembali memanas setelah kedua negara saling menuduh melanggar gencatan senjata.

“Iran menuduh AS melanggar gencatan senjata, sementara AS menyebut serangannya sebagai balasan atas tembakan Iran terhadap kapal angkatan lautnya,” katanya.

Di sisi lain, pasar juga dibayangi perbedaan pandangan pejabat Federal Reserve terkait arah suku bunga. Pejabat otoritas menyebut suku bunga masih akan tetap tinggi dalam beberapa waktu ke depan.

Dari dalam negeri, pasar turut menyoroti posisi utang pemerintah yang mencapai Rp9.920,42 triliun per 31 Maret 2026 atau naik hampir 3 persen dibanding posisi akhir 2025.

Nilai tersebut setara dengan 40,75 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Pemerintah menyatakan rasio utang masih berada di bawah batas aman internasional sebesar 60 persen terhadap PDB.

Namun, tekanan terhadap APBN dinilai semakin besar seiring realisasi defisit anggaran yang mencapai Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap PDB pada kuartal I/2026.

Kondisi itu membuat pasar semakin sensitif terhadap prospek penerimaan negara. Kemampuan pemerintah menjaga stabilitas fiskal kini menjadi fokus utama para pelaku pasar modal.

Nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,07 persen atau 13 poin ke Rp17.395 per dolar AS pada perdagangan Senin (11/5/2026). Di saat yang sama, indeks dolar AS menguat ke 98,06.

Ibrahim Assuaibi menjelaskan sentimen global yang menyertai rupiah adalah gejolak geopolitik. Upaya damai antar kedua pihak terancam gagal dan membuat Selat Hormuz berisiko ditutup kembali.

Eskalasi perang yang meningkat sebelumnya membuat harga minyak dunia melambung bersamaan dengan dolar AS. Kondisi tersebut menekan nilai tukar rupiah secara signifikan pada pagi ini.

Reporter: Diaz Muhammad Hanif