Purbaya Diskon PPN Mobil Listrik Hingga Seratus Persen Mulai Juni 2026

Purbaya Yudhi Sadewa - (NET)
Penulis: Moch Febrianto
Jumat, 08 Mei 2026 | 19:05:09 WIB

JAKARTA - Pemerintah memberikan kepastian mengenai pemberian insentif dalam bentuk subsidi untuk pembelian unit mobil listrik baru. Adapun jumlah kuota yang telah dialokasikan guna menyokong program insentif mobil listrik ini menyentuh angka 100.000 unit.

Salah satu instrumen utama dalam upaya pendorong tersebut adalah Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang bakal ditanggung oleh pihak pemerintah. Purbaya akan merumuskan skema yang dianggap paling efektif untuk diimplementasikan, salah satunya dengan mempertimbangkan komposisi baterainya, baik yang menggunakan basis nikel maupun non-nikel. 

Purbaya sebelumnya sudah mempertimbangkan bahwa pemakaian kandungan nikel pada baterai mobil listrik bakal mendapatkan insentif yang lebih besar dibandingkan non-nikel. Langkah tersebut diambil lantaran pemerintah ingin mempercepat proses hilirisasi dari komoditas mineral kritis tersebut.

"Terus untuk mobil, berikut-berikut variasi, ada yang 100% untuk ppnya (pajak), ada yang 40%, tergantung baterainya," kata Purbaya saat jumpa pers di Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Sementara itu, untuk unit motor listrik baru, pihak pemerintah pun akan mengucurkan insentif senilai Rp 5 juta per unit. Alokasi bagi subsidi motor listrik pada tahun ini dipatok sebanyak 100.000 unit.

"Jadi gini motor listrik mobil saya sudah bicarakan Pak Menperin dan Menteri Koordinator Bidan Perekonomian anggarannya masih kami itung. Untuk motor kira-kira Rp5 juta per motor, 5 juta rupiah per motor untuk 100.000 motor," imbuhnya.

Purbaya memberikan penekanan bahwa kebijakan ini akan mulai diaktifkan pada Juni 2026 yang akan datang. Purbaya memiliki harapan agar kebijakan ini mampu memicu masyarakat untuk beralih ke penggunaan kendaraan listrik, sehingga memberikan manfaat nyata dalam menekan angka impor BBM.

"Saya ingin itu masuk awal Juni diimplementasi supaya di triwulan II ada dorongan yang penting ada switch dari pemakaian BBM ke listrik sehingga impor BBM kami maupun minyak kami bisa berkurang itu bantu daya tahan ekonomi kami. Jadi jangan lihat subsidinya jadi itu tujuan utamanya ekonomi kami tahan dari sisi energi," tegas Purbaya.

Reporter: Moch Febrianto