Rupiah Hari Ini: Prediksi Nilai Tukar Terhadap Dolar AS 8 Mei 2026

Nilai Tukar Rupiahh Terhadap Dolar AS, ASatuNews (NET)
Penulis: Aaina Salsa Bila
Jumat, 08 Mei 2026 | 15:25:09 WIB

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diproyeksikan akan mengalami penguatan pada perdagangan hari ini, Jumat (8/5/2026). Pada penutupan perdagangan sebelumnya, Kamis (7/5/2026), mata uang rupiah berakhir menguat sebesar 0,30% ke posisi Rp17.320 per dolar AS, dengan rentang perdagangan harian di level Rp17.372 hingga Rp17.292.

Sejalan dengan rupiah, sejumlah mata uang Asia lainnya juga mencatatkan penguatan, seperti yuan China sebesar 0,17%, dolar Hong Kong 0,05%, yen Jepang 0,10%, dolar Singapura 0,17%, baht Thailand 0,28%, dan dolar Taiwan 0,19%. Di sisi lain, won Korea tercatat melemah 0,21%.

Direktur Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa merosotnya indeks dolar pada hari ini dipicu oleh adanya optimisme pasar terkait peluang berakhirnya ketegangan antara Iran dan AS.

Ibrahim memberikan sorotan pada sikap Iran yang menyatakan tengah mengkaji proposal perdamaian dari AS yang diprediksi akan mengakhiri konflik secara formal.

Ibrahim berpendapat bahwa fokus pasar saat ini tertuju pada data Klaim Pengangguran Awal serta pidato para pejabat The Fed.

Pelaku pasar juga tengah mengantisipasi rilis data laporan ketenagakerjaan AS bulan April pada Jumat (8/5/2026) karena data tersebut akan memengaruhi kebijakan suku bunga bank sentral.

Dari sisi domestik, peluang penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) dinilai semakin terbuka lebar akibat tekanan fiskal yang meningkat seiring lonjakan harga energi dunia.

Ketidakpastian geopolitik menyebabkan harga energi tetap berada di level tinggi dalam durasi yang cukup lama.

”Dengan crack yang masih tinggi, biaya subsidi bisa jadi lebih besar dari perhitungan pemerintah di APBN. Ini membuat kapasitas fiskal menjadi terbatas,” tuturnya dalam keterangan resmi, Kamis (7/5/2026).

Dalam situasi tersebut, pemerintah dinilai mempunyai ruang untuk menyesuaikan harga BBM bersubsidi. Namun, langkah itu dipandang sebagai opsi terakhir karena mempertimbangkan dampaknya pada daya beli masyarakat luas.

Untuk perdagangan hari ini, Ibrahim memprediksi rupiah akan bergerak secara fluktuatif namun berkecenderungan ditutup menguat di kisaran Rp17.300 hingga Rp17.340 per dolar AS.

Reporter: Aaina Salsa Bila