Indeks Kospi Melambung 5,3%, Bursa Asia Kompak Hijau Pagi Ini

Indeks Kospi
Rabu, 06 Mei 2026 | 21:44:07 WIB

JAKARTA – Bursa Asia mencatatkan penguatan signifikan pada perdagangan Rabu pagi dengan Indeks Kospi memimpin lonjakan hingga 5,3% dan berhasil mencetak rekor tertinggi baru.

Sentimen positif ini didorong oleh meredanya kekhawatiran global serta performa kuat bursa Amerika Serikat pada sesi perdagangan sebelumnya.

Bursa Asia kompak menguat pada perdagangan pagi ini yang terpantau pada Rabu (6/5/2026) pukul 08.38 WIB.

Indeks Hang Seng dibuka menguat 0,51% ke level 26.029,65 mengawali optimisme pasar di kawasan tersebut.

Selanjutnya indeks Taiex terlihat melonjak 1,55% menjadi 41.402,18 dan indeks Kospi melesat 5,3% ke 7.304,72.

Sedangkan indeks ASX 200 ikut menguat sebesar 0,98% hingga mencapai posisi 8.765,1 pada jam yang sama.

Di sisi lain, FTSE Straits Times naik 0,27% ke 4.933,77 dan FTSE Malay KLCI menguat 0,13% ke 1.749,77.

Kenaikan serentak ini menunjukkan kepercayaan investor yang kembali pulih setelah tekanan pasar pada hari-hari sebelumnya.

Indeks Kospi Korea Selatan mencapai rekor baru seiring pasar Asia-Pasifik dibuka menguat pada pagi hari ini.

Kenaikan ini mengikuti jejak Wall Street yang menghijau setelah harga minyak turun dan pendapatan perusahaan yang kuat meningkatkan sentimen investor.

Sebagai sinyal bahwa upaya diplomatik untuk menyelesaikan krisis Timur Tengah berjalan sesuai rencana, situasi di Selat Hormuz mulai mereda.

Presiden Donald Trump mengatakan upaya AS untuk memandu kapal keluar dari Selat Hormuz telah dihentikan sementara.

“Kami telah sepakat bersama bahwa, meskipun Blokade akan tetap berlaku sepenuhnya, Proyek Freedom akan dihentikan sementara untuk jangka waktu singkat untuk melihat apakah Perjanjian tersebut dapat diselesaikan dan ditandatangani,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pesan tersebut disampaikan melalui unggahan di media sosial Truth Social yang langsung direspon positif oleh para pelaku pasar.

Militer AS pada Senin (4/5/2026) mulai memandu kapal komersial keluar dari Selat Hormuz di bawah Proyek Freedom.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan jalur perdagangan internasional yang sempat terganggu akibat tensi geopolitik.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth pada hari Selasa mengatakan bahwa “dua kapal komersial AS, bersama dengan kapal perusak Amerika, telah berhasil melewati selat tersebut dengan aman, menunjukkan bahwa jalur tersebut aman,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Kondisi keamanan yang membaik di wilayah tersebut memberikan napas lega bagi suplai energi global dan menenangkan pasar saham.

Kontrak berjangka West Texas Intermediate untuk Juni turun 1,96% menjadi $100,27 per barel pada pukul 20:03 ET.

Sementara itu, kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk Juli turun 1,27% menjadi $108,48 per barel.

Penurunan harga komoditas energi ini menjadi salah satu katalis utama yang mendorong kenaikan indeks saham di berbagai sektor.

Indeks Kospi Korea Selatan naik 4,50% mencapai puncak baru setelah pasar kembali beroperasi secara normal pasca libur.

Lonjakan ini melanjutkan tren kenaikan indeks tersebut yang secara akumulatif telah meningkat lebih dari 70% sepanjang tahun ini.

Di sisi lain, indeks Kosdaq yang mewakili saham berkapitalisasi kecil terpantau turun tipis sebesar 0,15%.

Saham-saham unggulan seperti Samsung Electronics dan SK Hynix sukses mencatatkan rekor tertinggi baru pada pagi ini.

Masing-masing saham tersebut naik lebih dari 8% dan 9% pada sesi perdagangan awal di bursa Korea.

Dominasi saham teknologi besar ini menjadi tenaga penggerak utama bagi penguatan indeks Kospi secara keseluruhan.

Sedangkan untuk pasar saham Jepang hari ini tidak mencatatkan pergerakan karena sedang tutup karena libur.

Para investor kini menanti perkembangan lebih lanjut mengenai penandatanganan perjanjian perdamaian yang disebutkan oleh pihak Amerika Serikat.

Jika kesepakatan tersebut berjalan mulus, maka reli bursa saham Asia diperkirakan akan terus berlanjut hingga akhir pekan.

Ketahanan ekonomi kawasan ini diuji melalui kemampuan indeks-indeks utama dalam mempertahankan level tertingginya di tengah dinamika global.

Oleh karena itu, pengawasan terhadap volatilitas harga minyak dan stabilitas keamanan di Timur Tengah tetap menjadi prioritas pengamatan pasar.

Reporter: Diaz Muhammad Hanif