IHSG Melemah di Awal Perdagangan 5 Mei 2026 ke Level 6.958,1

ILUSTRASI. IHSG Melemah di Awal Perdagangan 5 Mei 2026 ke Level 6.958,1
Selasa, 05 Mei 2026 | 11:39:35 WIB

JAKARTA – IHSG melemah 0,2% ke level 6.958,1 pada pembukaan perdagangan Selasa 5 Mei 2026 dengan tekanan besar dari sektor perindustrian dan saham ASII.

Laju bursa domestik mengawali hari di zona merah akibat sentimen negatif yang merata di berbagai lini industri. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung melemah di awal perdagangan hari ini.

Tercatat pada pukul 09.06 WIB, pergerakan indeks terpantau kehilangan tenaga cukup signifikan. Selasa (5/5/2026) pukul 09.06 WIB, IHSG melemah 13,841 poin atau 0,2% ke 6.958,112.

Kondisi kurang bergairah ini terlihat dari performa sebagian besar sektor yang ada di lantai bursa. Pelemahan IHSG ini disokong hampir seluruh indeks sektoral.

Penurunan paling tajam di awal sesi ini datang dari kelompok saham-saham manufaktur dan alat berat. Sektor dengan pelemahan terdalam dicetak IDX Sektor Perindustrian yang anjlok 1,44% di awal perdagangan.

Tekanan jual juga merembet ke sektor-sektor strategis lainnya yang menopang pergerakan indeks. Berikutnya ada IDX Sektor Transportasi dan Logistik, IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer, IDX Sektor Kesehatan dan IDX Sektor Teknologi.

Deretan indeks yang masuk zona merah terus bertambah seiring berjalannya waktu perdagangan di pagi hari. Disusul, IDX Sektor Barang Konsumen Primer, IDX Sektor Properti & Real Estate serta IDX Sektor Infrastruktur.

Kelompok energi dan bahan baku juga tidak luput dari aksi ambil untung oleh para pelaku pasar. Kemudian ada IDX Sektor Energi dan IDX Sektor Barang Baku.

Namun, di tengah lautan warna merah tersebut, terdapat satu sektor yang menunjukkan anomali positif. Sementara itu, satu-satunya sektoral yang menguat adalah IDX Sektor Keuangan setelah naik 0,4% di pagi ini.

Pada jajaran saham-saham likuid, beberapa nama besar terlihat mengalami koreksi harga yang cukup tajam. Top losers LQ45 pagi ini adalah PT Astra International Tbk (ASII) turun 4,53%.

Selain ASII, emiten di bidang perunggasan juga mencatatkan kinerja negatif yang serupa. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) turun 3,42% sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Emiten pengelola pusat perbelanjaan dan ritel juga tertekan dalam sesi pembukaan kali ini. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) turun 2,7% sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Meskipun indeks secara keseluruhan tertekan, beberapa saham masih mampu mencatatkan kenaikan harga yang menarik. Top gainers LQ45 pagi ini terdiri dari PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) naik 2,48%.

Sektor perbankan pelat merah juga memberikan perlawanan terhadap pelemahan pasar secara umum. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik 2,3% sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Lonjakan harga juga terlihat pada saham yang terafiliasi dengan grup energi dan petrokimia besar. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik 1,9% sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Secara keseluruhan, arah pasar di awal Mei ini masih menunjukkan kehati-hatian dari sisi investor lokal maupun asing. Fluktuasi indeks diperkirakan akan tetap tinggi sepanjang sesi perdagangan hari ini.

Para pelaku pasar diharapkan terus mencermati sentimen global dan nilai tukar yang dapat mempengaruhi posisi indeks. Demikian rincian pergerakan IHSG yang melemah pada awal perdagangan pekan ini.

Reporter: Diaz Muhammad Hanif