Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Tertekan Sentimen Global dan Suku Bunga Fed

Nilai Tukar Rupiah
Senin, 04 Mei 2026 | 18:18:31 WIB

JAKARTA – Nilai tukar rupiah hari ini melemah ke Rp17.326 per dolar AS dipengaruhi sentimen global dan kebijakan suku bunga Fed.

Pergerakan nilai tukar rupiah hari ini menunjukkan tekanan yang masih berlanjut di pasar keuangan. Pelemahan ini mencerminkan respons investor terhadap dinamika global yang berkembang.

Nilai tukar rupiah ditutup melemah ke level Rp17.326 per dolar AS pada perdagangan, Rabu (29/4/2026). Posisi ini lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di Rp17.243 per dolar AS.

Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa pelemahan rupiah dipengaruhi faktor eksternal. Penguatan indeks dolar AS menjadi salah satu pemicu utama tekanan terhadap mata uang domestik.

Sentimen global turut membayangi pergerakan nilai tukar rupiah hari ini. Pasar mempertimbangkan dampak keputusan Uni Emirat Arab keluar dari kelompok produsen OPEC.

Langkah tersebut dinilai memberikan tekanan terhadap stabilitas pasar energi global. Kondisi ini diperparah oleh gangguan yang terus berlangsung akibat konflik di kawasan Timur Tengah.

Selain itu, Amerika Serikat disebut akan memperpanjang blokade pelabuhan Iran. Kebijakan ini berpotensi memperpanjang gangguan pasokan dari wilayah penghasil minyak utama.

Pelaku pasar juga menantikan keputusan penting terkait suku bunga Federal Reserve. Pengumuman tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis dini hari pukul 01.00 WIB.

Bank sentral AS diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50% hingga 3,75%. Ini akan menjadi pertemuan ketiga berturut-turut tanpa perubahan suku bunga.

Dari sisi domestik, kondisi ekonomi juga turut memengaruhi nilai tukar rupiah hari ini. Pertumbuhan ekonomi yang stagnan di kisaran 5% menjadi perhatian pelaku pasar.

Situasi tersebut dinilai bukan hanya faktor struktural semata. Namun juga berkaitan dengan kebijakan yang memengaruhi stabilitas iklim investasi.

"Ketidakpastian hukum yang ditimbulkan membuat para pengambil keputusan cenderung berhati-hati secara berlebihan, bahkan enggan bertindak," katanya sebagaimana dilansir dari berita sumber. Pernyataan ini menyoroti dampak kebijakan terhadap kepercayaan investor.

Selain itu, lembaga pemeringkat Fitch Rating juga menyoroti kekhawatiran investor terhadap Danantara. Hal ini menjadi salah satu faktor dalam penurunan outlook utang Indonesia dari stabil menjadi negatif pada Maret 2026.

Isu tata kelola menjadi perhatian utama dalam penilaian tersebut. Struktur pelaporan yang terkonsentrasi dinilai berpotensi menimbulkan risiko tambahan.

"Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp. 17.320- Rp.17.380 per dolar AS," tuturnya sebagaimana dilansir dari berita sumber. Proyeksi ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap rupiah masih berpotensi berlanjut.

Secara keseluruhan, nilai tukar rupiah hari ini masih berada dalam tekanan eksternal dan internal. Kondisi ini mencerminkan ketidakpastian pasar yang belum sepenuhnya mereda.

Reporter: Diaz Muhammad Hanif