JAKARTA – Pemerintah Provinsi Lampung mengalokasikan anggaran strategis guna mewujudkan transformasi ekonomi pertanian Lampung melalui APBD 2026 secara berkelanjutan.
Fokus utama kebijakan ini tertuju pada pergeseran pola tanam tradisional menuju praktik agrikultur berbasis industri yang jauh lebih efisien.
"Realisasi anggaran pertanian dalam APBD 2026 dirancang untuk memperkuat fondasi transformasi ekonomi pertanian Lampung melalui penguatan infrastruktur pengairan," ujar Arinal, sebagaimana dilansir dari lampungprov.go.id, Senin (27/4/2026).
Gubernur Lampung menjelaskan bahwa sektor perkebunan dan pangan tetap menjadi tulang punggung utama dalam menyokong produk domestik regional bruto.
"Kita pastikan bahwa transformasi ekonomi pertanian Lampung melalui APBD 2026 mampu memberikan proteksi harga yang lebih adil bagi para kelompok tani," tutur Arinal, sebagaimana dilansir dari lampungprov.go.id, Senin (27/4/2026).
Pemerintah daerah berkomitmen menyediakan ribuan alat mesin pertanian modern guna menekan biaya operasional yang sering kali membebani produsen kecil.
Langkah ini juga mencakup penyediaan bibit unggul yang tahan terhadap perubahan iklim ekstrem demi menjaga stabilitas stok pangan wilayah.
Hilirisasi hasil pertanian menjadi agenda wajib agar setiap komoditas memiliki nilai tambah tinggi sebelum dikirim keluar daerah maupun diekspor.
Dukungan finansial melalui kredit usaha rakyat daerah juga diperluas untuk memudahkan akses modal bagi para pemuda yang terjun ke dunia tani.
Pemanfaatan teknologi digital dalam memantau luas lahan dan masa panen diharapkan mampu meminimalisir risiko kegagalan akibat serangan hama.