MNC Digital Optimistis Hadapi Masa Depan Dengan Mengintegrasikan Layanan Streaming

Ilustrasi MNC Digital
Penulis: Aaina Salsa Bila
Kamis, 16 April 2026 | 23:44:27 WIB

JAKARTA - Perubahan besar tengah dipersiapkan oleh PT MNC Digital Entertainment Tbk atau MSIN dalam mengarungi peta persaingan industri media digital yang semakin ketat. Perusahaan milik konglomerat Hary Tanoesoedibjo ini secara resmi mengumumkan rencana strategis untuk menggabungkan dua lini bisnis layanan streaming mereka, yakni RCTI+ dan Vision+.

Fokus Strategis MSIN

Direktur Utama MSIN, Angela Tanoesoedibjo, mengungkapkan bahwa keputusan ini merupakan langkah krusial untuk memperkuat fundamental perusahaan ke depan. Strategi ini dirancang khusus agar perseroan mampu memaksimalkan efisiensi operasional sekaligus meningkatkan potensi monetisasi dari kedua platform tersebut.

Dalam sesi paparan publik yang dilaksanakan pada hari Kamis, 16 April 2026, Angela memberikan penjelasannya terkait rencana tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak manajemen telah meninjau berbagai aspek mulai dari struktur biaya hingga proyeksi pendapatan jangka panjang.

Tujuan Penggabungan Platform

Angela menilai bahwa saat ini adalah waktu yang sangat tepat untuk meleburkan RCTI+ dan Vision+ menjadi satu kesatuan layanan. Harapan utamanya adalah agar perusahaan dapat meningkatkan pengalaman pengguna secara signifikan pada segmen layanan video streaming di masa depan.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa saat ini pihak perseroan tengah menyusun rencana matang mengenai eksekusi penggabungan tersebut. Tujuan akhirnya adalah untuk menyatukan kekuatan operasional dan memaksimalkan setiap peluang monetisasi yang ada di dalam ekosistem digital mereka.

Kinerja Keuangan yang Solid

Langkah strategis ini diambil saat fundamental keuangan perusahaan sedang berada dalam tren yang sangat positif sepanjang tahun 2025. Laporan keuangan mencatat total pendapatan perseroan menyentuh angka Rp3,83 triliun, meningkat pesat jika dibandingkan tahun 2024.

Pertumbuhan pendapatan sebesar 18 persen secara tahunan ini mencerminkan keberhasilan strategi perluasan ekosistem digital yang terus dilakukan perseroan. Hal ini didukung oleh kinerja yang sangat solid di sektor konten, hak kekayaan intelektual, serta iklan digital.

Kontribusi Iklan Digital

Pendapatan dari sektor iklan online sendiri berhasil mencapai angka Rp856,91 miliar pada penutupan tahun 2025 yang lalu. Angka ini mencatatkan kenaikan sekitar 2 persen dibandingkan raihan pendapatan dari iklan digital pada tahun 2024.

Aliran pendapatan ini secara mayoritas dihasilkan dari penempatan iklan pada platform AVOD milik perseroan yaitu RCTI+. Kinerja tersebut dianggap mencerminkan permintaan yang berkelanjutan dari para pengiklan akan format iklan berbasis video digital saat ini.

Pertumbuhan Segmen Langganan

Di sisi lain, pendapatan yang berasal dari segmen langganan juga menunjukkan tren kenaikan yang cukup signifikan sepanjang tahun 2025. Tercatat pendapatan langganan mencapai Rp869,17 miliar atau melonjak sebesar 18 persen dibandingkan dengan pencapaian pada tahun 2024.

Pertumbuhan impresif ini didorong secara penuh oleh perluasan platform streaming berbayar milik perseroan yaitu Vision+. Jumlah pelanggan Vision+ pun mengalami peningkatan yang sangat drastis, dari 2,85 juta pada tahun 2024 menjadi 4,9 juta pelanggan di tahun 2025.

Harapan untuk Pengguna

Dengan adanya penggabungan kedua lini bisnis OTT ini, perusahaan berharap akan tercipta alur perjalanan pengguna yang jauh lebih baik. Pihak manajemen meyakini bahwa peningkatan pengalaman pengguna akan berdampak langsung pada potensi penjualan produk perusahaan ke depannya.

Melalui sinergi antara konten RCTI+ dan basis pelanggan Vision+, MSIN sangat optimistis akan muncul peluang besar dalam aktivitas upselling. Namun, hingga saat ini pihak perseroan masih belum memberikan keterangan resmi kapan aksi merger ini akan segera dieksekusi.

Reporter: Aaina Salsa Bila