Strategi Lautan Luas LTLS Meredam Gejolak Rupiah dan Fluktuasi Minyak

MO
Moch Febrianto

Editor: yoga susila utama

Rabu, 09 September 2026
Strategi Lautan Luas LTLS Meredam Gejolak Rupiah dan Fluktuasi Minyak
Strategi Lautan Luas LTLS (FOTO: NET)

JAKARTA - PT Lautan Luas Tbk (LTLS) memberikan tanggapan mengenai efek fluktuasi mata uang rupiah serta harga minyak terhadap langkah yang dirancang, namun tidak memberi pengaruh besar bagi performa bisnis perseroan.

"Dampak pasti ada, tapi tahun ini kita cukup bersyukur tidak menimbulkan dampak yang luar biasa kepada perusahaan kami," kata Direktur Komersial LTLS, Soewandhi Soekamto, saat public expose live 2026, Selasa, (8/9/2026).

Guna mengantisipasi potensi bahaya fluktuasi kurs, perusahaan dilaporkan menjalankan dua langkah penting, yaitu manajemen persediaan secara cermat dan program lindung nilai (hedging) guna mencegah potensi kerugian akibat selisih mata uang asing (forex loss).

Pengurus perusahaan turut memaparkan, walaupun sejumlah material impor milik perusahaan menggunakan mata uang dolar AS, LTLS konsisten memasarkan barang dagangannya menggunakan mata uang rupiah kepada pembeli.

"Di pelemahan rupiah, kita cukup hati-hati, untuk me-manage inventory kami. Lantas kita juga melakukan selalu strategi hedging supaya kita tidak akan memberikan forex loss. Memang karena barang impor kita base-nya ada dalam USD, tapi kita menjualnya dalam rupiah," jelas dia.

Adapun pada sektor harga minyak, pimpinan menegaskan LTLS berbeda dari bisnis petrokimia yang langsung merasakan dampak fluktuasi harga minyak global.

Walaupun demikian, dirinya mengonfirmasi bahwasanya tensi geopolitik sempat memberikan sedikit hambatan pada kemampuan pasokan (supply ability).

"Kalau petrochemical, jelas itu direct impact. Jadi kita ya ada impact, tapi tidak begitu besar," ujarnya.

Ia menyampaikan, ketegangan geopolitik yang berlangsung ikut memengaruhi rantai distribusi internasional, namun jaringan mitra pemasok LTLS yang tersebar luas menjadi pondasi utama yang menopang daya tahan kinerja perusahaan pada tahun ini.

"Kita itu selalu mempunyai diversifikasi, baik secara prinsipal supply kami. Itu yang sangat membantu kami, di tahun ini performance kami cukup kuat," katanya.

Segmen Air Sumbang 12% Pendapatan

Di sisi lain, sampai periode semester I 2026, lini bisnis air memberikan andil sebesar 12% pada total penerimaan gabungan perusahaan, dan diperhitungkan tidak bakal mengalami pergeseran besar di separuh akhir tahun.

"Bisnis air itu mengkontribusikan 12% terhadap total pendapatan konsolidasi perseroan,” ucap Head of Investor Relations, Corporate Communications, & ESG Eurike Hadijaya dari Sumbernya.

"Untuk semester kedua, secara persentase tidak akan berbeda jauh dengan semester pertama, mungkin akan berada di kisaran 12-15%," ia menambahkan.

Pada proyeksi masa depan pimpinan membidik porsi dari lini air, sesuai keterangannya, dapat meningkat hingga melampaui 15% pada keseluruhan omzet gabungan, seiring tingginya prospek kebutuhan terhadap air bersih di Tanah Air.

"Jangka panjang yang akan kami targetkan untuk menjadi lebih dari 15%, melihat potensi dan juga pertumbuhan kebutuhan air di Indonesia," ujar dia.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua