Hasil Penjualan Sampah Pelajar Bangka Disimpan di BNI Kerja Sama DLH

MO
Moch Febrianto

Editor: Yoga Susyla Utama

Selasa, 18 Agustus 2026
Hasil Penjualan Sampah Pelajar Bangka Disimpan di BNI Kerja Sama DLH
BNI gandeng BPDLH (FOTO: NET)

SUNGAILIAT - Instansi Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bermitra dengan Bank Nasional Indonesia (BNI) bagi penampungan tabungan penjualan limbah yang dikumpulkan murid-murid di wilayah tersebut.

Pimpinan DLH Kabupaten Bangka Boy Yandra di Sungailiat, Senin, mengutarakan pihaknya memang menggandeng BNI selaku lembaga keuangan milik negara guna mengelola uang penjualan sampah hasil kumpulan siswa sekolah.

"Sampah non-organik seperti botol plastik bekas minuman, kertas, besi yang dikumpulkan oleh siswa di masing-masing sekolah, akan dijual baik langsung ke pengumpul barang bekas atau ke bank sampah di DLH yang sudah kami sediakan," kata dia.

Bilamana limbah non-organik itu disetorkan ke bank sampah di DLH, ungkapnya, tarif untuk tiap-tiap variasi barang sudah ditetapkan oleh pemda.

Untuk limbah variasi plastik, DLH membeli minimal Rp500 per kilogram serta nominal tertinggi Rp4.000 per kilogram, layaknya jenis plastik penutup galon, sementara limbah kaleng dihargai paling rendah Rp1.500 per kilogram dan nominal tertinggi kategori sampah kaleng berbahan aluminium dibeli Rp12.000 per kilogram.

Limbah jenis kertas dibeli pada kisaran terendah Rp300 per kilogram dan jenis limbah kertas HVS putih didapat dengan nilai Rp1.400 per kilogram.

Ia menerangkan limbah yang terkumpul oleh siswa di sekolah hendak diangkut oleh kru kebersihan yang telah ditetapkan.

Setiap limbah non-organik dari tiap sekolah akan ditandai supaya tidak tertukar dengan sampah milik sekolah lain.

"Hasil penjualan sampah non-organik akan disimpan di BNI dengan atas nama rekening masing-masing sekolah. Dana simpanan dari penjualan sampah dapat digunakan kembali oleh pihak sekolah untuk kegiatan siswa," kata Boy Yandra.

Ia menambahkan program tersebut mendidik murid di sekolah bahwasanya sampah non-organik dapat dimanfaatkan guna menambah pemasukan, membentuk kedisiplinan siswa menjaga kebersihan lingkungan, serta mengedukasi siswa memilah sampah dari Sumbernya.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua