Optimalkan Aset Emas Jadi Alternatif Modal Kerja Saat Harga Melonjak

MO
Moch Febrianto

Editor: Yoga Susyla Utama

Kamis, 30 Juli 2026
Optimalkan Aset Emas Jadi Alternatif Modal Kerja Saat Harga Melonjak
Optimalkan Aset Emas Jadi Alternatif (FOTO: NET)

JAKARTA - Kondisi kenaikan nilai emas menuju level tertinggi sepanjang sejarah bertepatan dengan masa evaluasi kinerja keuangan Semester I bagi para pelaku bisnis.

Banyak pemilik usaha serta kelompok investor kaya kini menghadapi tantangan dalam memaksimalkan portofolio investasi guna mengamankan modal kerja tambahan pada paruh kedua tahun ini, tanpa harus merelakan peluang pertumbuhan nilai dari kepemilikan aset fisik premium mereka.

Lonjakan nilai emas membuka kesempatan bagi para pelaku bisnis dan pemodal untuk memperoleh likuiditas ekstra tanpa perlu melepas aset investasi.

Di tengah melambungnya harga logam mulia serta perhiasan emas, metode pendanaan berbasis aset dinilai menjadi sebuah opsi untuk memperbesar modal kerja.

Direktur Lesca Gadai Premier Bastian Purnama menyampaikan bahwa kenaikan harga emas dunia menjadi momen tepat bagi pengumpul maupun pengusaha untuk mengoptimalkan potensi aset yang dimiliki.

"Kenaikan harga emas perhiasan dan logam mulia di pasar global saat ini adalah kesempatan emas bagi para kolektor dan pengusaha. Melalui skema pendanaan berbasis aset (asset-backed lending) yang ditawarkan, mereka dapat memanfaatkan nilai laten dari koleksi premium tersebut secara maksimal," ujar dia di Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Menurut dia, keadaan ini menjadi momen krusial bagi para pemilik aset premium guna meraih tambahan modal kerja tanpa kehilangan potensi peningkatan nilai investasi di masa depan.

Memasuki triwulan ketiga, daya tahan perekonomian Indonesia dinilai masih sangat kokoh.

"Mereka bisa mendapatkan suntikan modal kerja miliaran rupiah berdasarkan taksiran harga pasar terkini yang sedang tinggi, namun aset fisik mereka tetap utuh di bawah kepemilikan mereka," tambah Bastian.

Lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor's tetap mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada tingkat BBB dengan prospek stabil, yang didukung oleh kuatnya permintaan dalam negeri serta peningkatan investasi.

Namun di sisi lain, ketidakpastian kondisi geopolitik global memicu lonjakan harga aset aman, terutama perhiasan emas dan logam mulia, yang turut menjadi salah satu pendorong inflasi inti nasional pada pertengahan tahun ini.

Para pemodal dan masyarakat yang berminat pada logam mulia dapat mengamati pergerakan harga emas 24 karat yang dipublikasikan oleh berbagai penyedia pada Kamis, 30 Juli 2026.

Keterangan ini mencakup rincian harga dari PT Aneka Tambang Tbk, PT Pegadaian, serta PT Hartadinata Abadi Tbk, yang menjadi acuan utama sebelum melakukan proses jual beli emas batangan.

Data harga tersebut sangat krusial sebagai patokan bagi pihak yang hendak berinvestasi atau sekadar mengecek nilai terbaru dari aset emas mereka.

Tiap perusahaan menawarkan ragam bobot dan harga yang beraneka ragam, memberikan fleksibilitas bagi para konsumen sesuai kebutuhan.

Antam dikenal sebagai BUMN yang beroperasi di sektor pertambangan dan produsen emas murni di Indonesia.

Sementara itu, Pegadaian adalah lembaga keuangan non-bank milik negara yang menawarkan jasa pinjaman bersyarat jaminan barang berharga.

Adapun Hartadinata Abadi merupakan entitas usaha terkemuka di Bandung yang berfokus pada manufaktur dan perdagangan perhiasan emas serta emas batangan secara terpadu.

PT Aneka Tambang Tbk menyediakan emas batangan dengan bermacam ukuran.

Untuk bobot kecil, harga emas 0,5 gram dipatok Rp 1.358.000, sedangkan ukuran 1 gram dipasarkan seharga Rp 2.616.000.

Emas ukuran 2 gram ditetapkan Rp 5.172.000, 3 gram seharga Rp 7.733.000, 5 gram menyentuh Rp 12.855.000, dan 10 gram dijual Rp 25.655.000.

Guna bobot yang lebih besar, emas Antam ukuran 25 gram dipasarkan Rp 64.012.000, serta 50 gram senilai Rp 127.945.000.

Selanjutnya, emas 100 gram berada pada angka Rp 255.812.000.

Sejumlah bobot besar seperti 250 gram seharga Rp 639.265.000, 500 gram senilai Rp 1.278.320.000, dan 1.000 gram tersedia dalam mekanisme pesan terlebih dahulu.

Sebagai BUMN yang melayani masyarakat lewat produk keuangan, PT Pegadaian juga menawarkan beraneka tipe emas batangan.

Emas Galeri24 di Pegadaian dipasarkan mulai dari 0,5 gram seharga Rp 1.361.000 dan 1 gram senilai Rp 2.595.000.

Ukuran 2 gram dipatok Rp 5.128.000, 5 gram Rp 12.724.000, serta 10 gram Rp 25.381.000.

Untuk ukuran 25 gram, nilainya Rp 63.109.000, 50 gram Rp 126.116.000, dan 100 gram Rp 252.108.000.

Tersedia pula varian 250 gram seharga Rp 628.723.000, 500 gram Rp 1.257.445.000, hingga 1.000 gram seharga Rp 2.514.888.000.

Di samping itu, Pegadaian turut menyediakan emas produk Antam dengan harga ukuran 0,5 gram senilai Rp 1.413.000 dan 1 gram sebesar Rp 2.721.000.

Emas Antam 2 gram di Pegadaian dijual Rp 5.379.000, 3 gram Rp 8.043.000, 5 gram Rp 13.370.000, dan 10 gram Rp 26.682.000.

Untuk ukuran 25 gram, nilainya Rp 66.573.000, 50 gram Rp 133.063.000, serta 100 gram Rp 264.045.000.

Pegadaian pun menyajikan emas merek UBS, dengan harga 0,5 gram Rp 1.410.000 dan 1 gram Rp 2.607.000.

Emas UBS 2 gram dipasarkan Rp 5.175.000, 5 gram Rp 12.786.000, dan 10 gram Rp 25.437.000.

Untuk ukuran 25 gram, nilainya Rp 62.467.000, 50 gram Rp 126.674.000, dan 100 gram Rp 253.247.000.

Ukuran yang lebih besar seperti 250 gram dihargai Rp 632.931.000 dan 500 gram seharga Rp 1.264.376.000.

PT Hartadinata Abadi Tbk menawarkan emas batangan dengan rincian harga standar dan harga jual kembali yang berbeda.

Untuk varian 0,1 gram, harga standarnya Rp 312.500 dengan harga jual kembali Rp 232.700.

Emas 0,25 gram dipasarkan Rp 732.500 dengan nilai buyback Rp 581.750.

Ukuran 0,5 gram mempunyai harga dasar Rp 1.279.500 dan buyback Rp 1.163.500.

Emas 1 gram dilego Rp 2.449.000 dengan nilai buyback Rp 2.327.000.

Untuk 2 gram, harga standarnya Rp 4.858.000 dan buyback Rp 4.654.000.

Sementara itu, 5 gram seharga Rp 12.055.000 dengan buyback Rp 11.635.000, dan 10 gram seharga Rp 24.060.000 dengan buyback Rp 23.270.000.

Hartadinata Abadi juga menyediakan emas dalam nominal besar.

Emas 25 gram memiliki harga standar Rp 59.875.000 dan buyback Rp 58.175.000.

Untuk 50 gram, harga utamanya Rp 119.700.000 dengan nilai buyback Rp 116.350.000.

Emas 100 gram dipasarkan Rp 239.300.000 dengan buyback Rp 232.700.000.

Ukuran 125 gram senilai Rp 298.500.000 dengan pencairan buyback Rp 289.062.500.

Emas 150 gram memiliki harga dasar Rp 358.050.000 dan nilai buyback Rp 346.875.000.

Untuk 175 gram, harga dasarnya Rp 417.550.000 dan nilai buyback Rp 404.687.500.

Emas 200 gram dilego Rp 477.000.000 dengan tingkat buyback Rp 462.500.000.

Terakhir, varian 250 gram dijual Rp 595.750.000 dengan buyback Rp 569.000.000, 500 gram seharga Rp 1.191.500.000 dengan buyback Rp 1.138.000.000, serta 1.000 gram seharga Rp 2.383.000.000 dengan nilai buyback Rp 2.276.000.000.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua