BNI Perkuat Tata Kelola dan Modal untuk Dorong Transformasi BUMN RI

MO
Moch Febrianto

Editor: Yoga Susyla Utama

Kamis, 30 Juli 2026
BNI Perkuat Tata Kelola dan Modal untuk Dorong Transformasi BUMN RI
BNI Perkuat Tata Kelola dan Modal (FOTO: NET)

JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) terus memantapkan eksekusi tata kelola perusahaan yang baik alias Good Corporate Governance (GCG).

Upaya ini mencakup pengelolaan risiko, pengawasan internal, hingga struktur permodalan guna merawat pertumbuhan bisnis yang sehat serta berkelanjutan.

Pemantapan fundamental tersebut berjalan seiring rencana transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan pembentukan nilai jangka panjang pada ekosistem Danantara Indonesia.

Suatu wujud dari pemantapan itu tampak lewat penerbitan instrumen Additional Tier 1 atau AT1 berharga US$700 juta di pasar internasional.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menuturkan tata kelola perusahaan yang baik bukan semata-mata pemenuhan aspek kepatuhan.

Menurut dia, tata kelola menjadi dasar utama untuk merawat kepercayaan masyarakat, pemodal, hingga seluruh pemangku kepentingan.

"Sebagai bagian dari BUMN, BNI terus memperkuat tata kelola perusahaan, manajemen risiko, efektivitas pengendalian internal, kapabilitas digital, dan struktur permodalan agar fundamental perusahaan semakin kuat, dikelola secara profesional, dan mampu menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan sekaligus mendukung pembangunan nasional," ujar dia dalam keterangan tertulis, Rabu (29/7).

Okki mengutarakan komitmen tersebut searah dengan garis transformasi BUMN bersama Danantara Indonesia.

Danantara mengemban amanat mengelola sekaligus mengoptimalkan investasi pemerintah serta aset BUMN demi menyokong program strategis nasional, industrialisasi, hingga pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Selain memperkuat permodalan, BNI melanjutkan transformasi organisasi lewat penyempurnaan alur bisnis, pemanfaatan teknologi digital, serta peningkatan mutu sumber daya manusia.

Transformasi ini diarahkan guna mendongkrak efisiensi, memperkuat daya saing, dan menghadirkan layanan yang lebih sesuai terhadap kebutuhan nasabah.

Pemantapan tata kelola dan fundamental turut menjadi modal bagi BNI guna mengeksekusi fungsi intermediasi secara sehat.

Mengandalkan kapasitas bisnis yang kian tangguh, perseroan berupaya memperlebar akses layanan keuangan serta menyokong pelbagai program pembangunan nasional.

"Dengan semangat Melayani Sepenuh Hati, BNI akan terus memperkuat tata kelola dan fundamental perusahaan untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat, mendukung transformasi BUMN bersama Danantara Indonesia, serta berkontribusi bagi kemajuan Indonesia," kata Okki.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari perjalanan BNI yang menyentuh umur 80 tahun pada 5 Juli 2026 dengan mengusung tema Swadharma Bhakti Nagara.

Tema itu mencerminkan jiwa pengabdian dan pelayanan BNI kepada publik maupun negara.

Mewujudkan pemantapan tata kelola, permodalan, dan transformasi bisnis, BNI berupaya merawat kepercayaan para pemangku kepentingan.

Perseroan pun terus memacu kapasitasnya dalam menyokong pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua