Prediksi Nilai Tukar Rupiah Terus Tertekan Lewati Rp 18.000 Dolar AS

MO
Moch Febrianto

Editor: Yoga Susyla Utama

Senin, 27 Juli 2026
Prediksi Nilai Tukar Rupiah Terus Tertekan Lewati Rp 18.000 Dolar AS
Prediksi Nilai Tukar Rupiah Terus Tertekan (FOTO: NET)

JAKARTA - Pergerakan nilai tukar rupiah berpotensi mengalami penurunan hingga merambah angka di atas Rp 18.000 per dolar AS dalam aktivitas perdagangan sepekan ke depan.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi memproyeksikan dinamika kurs rupiah bahkan sanggup mendatangi level Rp 18.200 per dolar AS.

Kelemahan nilai mata uang dalam negeri ini disebabkan oleh melonjaknya harga minyak mentah yang telah melampaui patokan APBN yakni USD83 per barel.

Kondisi harga minyak yang melampaui asumsi anggaran negara tersebut secara langsung memicu peningkatan kebutuhan dolar AS di pasar dalam negeri.

Peningkatan permintaan dolar AS semakin melonjak seiring berjalannya triwulan kedua yang menjadi batas akhir pembayaran deviden.

Besarnya kebutuhan mata uang Paman Sam tersebut diprediksi tetap menghimpit rupiah meskipun Bank Indonesia telah membatasi transaksi senilai USD 25 ribu per hari.

Pada sudut berbeda, langkah rupiah kian terbebani oleh melesatnya indeks dolar AS yang pada penutupan pekan berada di posisi 101,47.

Ibrahim memperkirakan indeks dolar AS akan melintas di antara level support 100,40 hingga resistance 102,40 selama sepekan mendatang.

"Jadi, range untuk sepekan ke depan indeks dolar itu 100,40 dan 102,40," kata Ibrahim dalam pesan suara, Minggu (26/7).

Himpitan terhadap mata uang diprediksi kian kencang menjelang agendanya Bank Sentral Amerika Serikat pada pekan mendatang.

Bank Sentral Amerika Serikat diperkirakan bakal menjaga suku bunga acuan pada level tinggi demi meredam potensi lonjakan inflasi.

Menariknya, kemerosotan nilai tukar rupiah yang signifikan ini justru diprediksi berimbas menahan laju penurunan harga logam mulia dalam negeri.

Gabungan ketidakpastian geopolitik dunia dan faktor ekonomi internal menjadi tantangan pokok bagi stabilitas rupiah dalam waktu dekat.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua