Dolar AS Menguat, Deposito Valuta Asing Tumbuh Pesat Sebesar 42 Persen

MO
Moch Febrianto

Editor: Yoga Susyla Utama

Senin, 27 Juli 2026
Dolar AS Menguat, Deposito Valuta Asing Tumbuh Pesat Sebesar 42 Persen
Dolar AS Menguat (FOTO: NET)

JAKARTA - Kecenderungan penguatan dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah memicu minat masyarakat menyimpan dana dalam deposito valuta asing (valas).

Sampai Juni 2026, nominal deposito valas berkembang nyaris 42% secara tahunan dan menjadi penyokong utama pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) valas sektor perbankan.

Berdasarkan angka dari Sumbernya, nominal deposito valas menyentuh Rp 494,3 triliun per Juni 2026.

Nominal tersebut meningkat Rp 100,4 triliun atau 25,48% secara year to date (ytd), serta terangkat Rp 146,2 triliun atau 41,99% secara year on year (yoy).

Lonjakan deposito valas ikut mengerek keseluruhan dana pihak ketiga (DPK) valas menjadi Rp 1.606,2 triliun, atau berkembang 20,03% ytd dan 18,51% yoy.

Sebaliknya, pengumpulan deposito rupiah memperlihatkan pertumbuhan yang bertumpu jauh lebih terbatas.

Sampai Juni 2026, deposito rupiah terdata sejumlah Rp 2.939,1 triliun, bertambah 1,09% ytd dan 1,94% yoy.

Lewat dinamika tersebut, keseluruhan deposito perbankan menyentuh Rp 3.433,4 triliun, terangkat 4,00% secara ytd dan 6,25% secara tahunan.

Pertumbuhan simpanan valas tidak terlepas dari pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS selama enam bulan pertama 2026.

Dinamika tersebut memicu nasabah menggeser porsi dana ke instrumen berdenominasi mata uang asing sebagai langkah mengamankan nilai aset.

Merujuk pada data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), kurs rupiah pada penutupan Juni 2026 berada di posisi Rp 17.899 per dolar AS.

Tingkat tersebut terperosok 7,05% sepanjang tahun berjalan dan 10,27% bila dibandingkan masa yang sama tahun lampau.

Bahkan, pada awal Juni 2026 rupiah sempat menyentuh Rp 18.171 per dolar AS, yang kian mendongkrak permintaan atas deposito valas.

Menanggapi tekanan atas kurs rupiah, bank sentral meningkatkan suku bunga acuan secara bertahap sebesar 100 basis poin selama Mei sampai Juni 2026 menjadi 5,75%.

Langkah tersebut ikut memicu lonjakan suku bunga simpanan dan pinjaman di tengah likuiditas perbankan yang kian terbatas.

Rata-rata suku bunga deposito pada Juni 2026 naik di semua jangka waktu.

Untuk jangka waktu 1 bulan terdaftar 4,77%, jangka waktu 3 bulan 5,03%, jangka waktu 6 bulan 4,95%, dan jangka waktu 12 bulan 5,44%.

Sebagai perbandingan, pada Mei 2026 masing-masing berada di posisi 4,28%, 4,73%, 4,65%, dan 4,50%.

Sementara itu, rata-rata tertimbang suku bunga pinjaman juga naik menjadi 8,79% pada Juni 2026, bila dibandingkan 8,70% pada bulan sebelumnya.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua