Belanja Pemerintah Pusat Kaltim Rp9,04 Triliun Didominasi Proyek IKN!

MO
Moch Febrianto

Editor: Yoga Susyla Utama

Senin, 27 Juli 2026
Belanja Pemerintah Pusat Kaltim Rp9,04 Triliun Didominasi Proyek IKN!
Belanja Pemerintah Pusat Kaltim Rp9,04 Triliun (FOTO: NET)

SAMARINDA - Pengeluaran pemerintah pusat pada wilayah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dalam semester awal atau Januari hingga Juni 2026 berhasil terserap senilai Rp9,02 triliun, dimanfaatkan bagi beraneka kegiatan yang diunggulkan oleh sarana fisik demi menopang pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

"Realisasi ini didominasi oleh belanja modal sebesar Rp4,56 triliun atau 48,42 persen dari pagu. Sebagian besar untuk pembangunan jalan dan jembatan pendukung infrastruktur IKN," tutur Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Kaltim Tjahjo Purnomo di Samarinda, Minggu.

Penyerapan sejumlah Rp9,04 triliun atau 50,70 persen dari batas anggaran itu, menurut dia, mengalami kenaikan positif yakni 5,88 persen bila dibandingkan kurun waktu setara pada tahun lampau.

Adapun pada pengeluaran gaji pegawai tercapai sebesar Rp2,99 triliun atau 65,26 persen dari batas anggaran, sementara pengeluaran barang tercapai sejumlah Rp1,48 triliun atau 38,86 persen.

Dalam elemen penyaluran ke wilayah (TKD), pencapaian pengiriman mendapati angka Rp10,61 triliun atau 48,09 persen dari batas anggaran alias mengalami penurunan 25,75 persen jika dibandingkan kurun waktu setara pada tahun lampau (yoy).

Dia menyampaikan bahwasanya pengiriman TKD paling banyak diisi oleh dana alokasi umum (DAU) senilai Rp6,1 triliun atau terpenuhi 52,83 persen dari batas anggaran.

Lalu guna dana alokasi khusus (DAK) fisik tercapai senilai Rp4,73 miliar atau 19,21 persen, sedangkan DAK nonfisik tercapai Rp1,34 triliun atau senilai 49,59 persen.

"Dana bagi hasil (DBH) terealisasi Rp2,99 triliun atau 39,82 persen, sementara dana desa (DD) telah disalurkan sebesar Rp171,02 miliar atau 64,33 persen dari total pagu tahun ini," tuturnya.

Bantuan pinjaman usaha rakyat (KUR) berhasil tersalurkan Rp2,13 triliun yang diberikan bagi 26.962 penerima pinjaman, sementara bantuan pembiayaan ultra mikro (UMi) tersalurkan Rp35,58 miliar yang diberikan bagi 5.663 penerima pinjaman.

Lewat gambaran menyeluruh, capaian keuangan di Kaltim sampai pemungkas Juni 2026 memperlihatkan hasil yang kokoh, penyesuaian positif, serta memperlihatkan ikhtiar pengeluaran negara yang manjur guna menjaga pembangunan sarana fisik strategis sekaligus memperluas jangkauan pembiayaan bagi para pelaku usaha lewat KUR dan UMi.

"Hal ini mencerminkan peran nyata APBN sebagai motor penggerak utama yang tidak hanya menjaga stabilitas, tetapi juga aktif mendorong momentum pertumbuhan ekonomi regional yang optimis, inklusif, dan berkelanjutan," kata Tjahyo.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua