HSBC Turunkan Prediksi Harga Emas 2026–2027, Dolar AS Jadi Faktor Utama

DI
Diaz Muhammad Hanif

Editor: Nathasya Zallianty

Jumat, 10 Juli 2026
HSBC Turunkan Prediksi Harga Emas 2026–2027, Dolar AS Jadi Faktor Utama
Ilustrasi Emas (sumber foto: NET)

JAKARTA – Analis bank asal Inggris, HSBC, memangkas perkiraan rata-rata harga emas untuk tahun 2026 dan 2027. Pemangkasan dilakukan karena kebijakan moneter Amerika Serikat yang lebih agresif serta penguatan dolar AS.

Dikutip dari Kitco News, HSBC menurunkan perkiraan rata-rata harga emas tahun 2026 menjadi US$4.560 per troy ounce dari proyeksi sebelumnya US$4.864 per troy ounce. Untuk tahun 2027, prediksi harga emas direvisi menjadi US$4.925 per troy ounce dari US$5.000 per troy ounce.

HSBC memproyeksikan harga emas dapat diperdagangkan di kisaran US$3.800–US$4.700 per troy ounce sepanjang sisa 2026, dengan perkiraan akhir tahun di US$4.750 per troy ounce. Sementara itu, harga emas akhir tahun 2027 diperkirakan mencapai US$5.025 per troy ounce.

“Perubahan persepsi tentang kebijakan moneter AS dan dampaknya terhadap dolar AS adalah beberapa alasan utama di balik likuidasi emas lebih lanjut dan penurunan harga,” tulis HSBC dalam keterangan resmi.

Bank tersebut juga menilai pembelian emas oleh bank sentral global mulai mereda setelah sebelumnya mendorong reli emas. Meski demikian, diversifikasi jangka panjang masih dapat mendukung harga emas.

HSBC menegaskan risiko penurunan harga emas tetap terbatas karena pasar sudah menyesuaikan diri dengan kondisi dolar AS yang lebih kuat dan suku bunga tinggi. Faktor lain yang masih menopang harga emas termasuk kekhawatiran defisit fiskal, ketidakpastian ekonomi, dan beban utang global.

“Konflik Timur Tengah masih memiliki kekuatan untuk menekan harga emas, tetapi kami tidak percaya penurunan terkait perang di Iran saja akan berlangsung lama,” tambah HSBC.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua