Analisis dan Rekomendasi Saham ICBP ITMG JSMR dan PGEO Hari Ini 2026

MO
Moch Febrianto

Editor: Nathasya Zallianty

Kamis, 09 Juli 2026
Analisis dan Rekomendasi Saham ICBP ITMG JSMR dan PGEO Hari Ini 2026
Ilustrasi ihsg (sumber foto: NET)

JAKARTA - Saham-saham seperti PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menjadi pilihan menarik untuk aktivitas perdagangan jangka pendek pada 9 Juli 2026. Berdasarkan analisis pergerakan grafik, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan menghadapi tekanan yang berpotensi membuatnya berakhir di zona merah.

Daftar Panduan Transaksi Saham 9 Juli 2026 (Rp):

Saham: ICBP Rekomendasi: Buy on Weakness Entry: 6.450 Target: 6.900 Stop Loss: 6.350

Saham: ITMG Rekomendasi: Speculative Buy Entry: 22.875 Target: 23.600 Stop Loss: 22.350

Saham: JSMR Rekomendasi: Buy on Weakness Entry: 2.600 Target: 2.730 Stop Loss: 2.520

Saham: PGEO Rekomendasi: Buy on Weakness Entry: 900 Target: 1.000 Stop Loss: 850

Pergerakan saham ICBP mencatat penurunan sebesar 1,49 persen dan berakhir pada level Rp6.625 pada hari sebelumnya. Dalam rentang waktu menengah, emiten ini masih terjebak dalam tren penurunan karena posisi harganya berada di bawah garis rata-rata bergerak utama serta garis tren menurun, mencerminkan kondisi pelemahan yang masih kuat. Walaupun indikator Awesome Oscillator memperlihatkan perbaikan momentum ke arah positif yang menandakan kejenuhan aksi jual, indikator Stochastic Oscillator justru berbalik turun dari area tengah yang menunjukkan berkurangnya daya dorong jangka pendek serta risiko terjadinya konsolidasi.

Langkah pembelian saat melemah dapat dicermati untuk ICBP pada angka Rp6.450 dengan pembatasan risiko di Rp6.350 dan sasaran keuntungan di Rp6.900.

Sementara itu, saham ITMG mengalami kenaikan sebesar 0,55 persen ke harga Rp22.875. Emiten ini memperlihatkan indikasi pemulihan teknikal yang cukup baik setelah mampu bertahan di atas area dukungan Rp21.400 dan melewati garis tren menurun jangka pendeknya. Indikator Awesome Oscillator juga terus membaik dengan histogram yang mengarah ke area positif, mencerminkan pudarnya tekanan jual seiring masuknya kembali minat beli di pasar.

Rencana transaksi berspekulasi beli untuk ITMG dapat dilakukan di Rp22.875 dengan batas rugi di Rp22.350 dan target profit di Rp23.600.

Di sisi lain, saham JSMR mengalami pelemahan sebesar 2,88 persen dan ditutup pada posisi Rp2.700. Pergerakan jangka menengah emiten ini masih berada dalam tren turun walaupun sempat bangkit dari area dukungan Rp2.600, dengan harga yang terus bergerak di bawah garis tren menurun yang lebih besar. Upaya pemulihan terakhir tampak kehilangan tenaga, menandakan saham ini masuk ke dalam fase koreksi akibat tidak mampu menjaga tren kenaikannya. Indikator Stochastic Oscillator juga terpantau turun dari area jenuh beli yang memperbesar peluang terjadinya koreksi lanjutan.

Mempertahankan posisi di atas level dukungan Rp2.600 menjadi hal yang sangat penting bagi JSMR untuk menahan kejatuhan lebih dalam sekaligus menjaga peluang pemulihan ke depan. Langkah pembelian saat melemah direkomendasikan pada Rp2.600 dengan batas cut loss di Rp2.520 dan target ambil untung di Rp2.730.

Untuk saham PGEO, tercatat kenaikan sebesar 3,87 persen dan berakhir di level Rp940. Saham ini menunjukkan daya pemulihan yang semakin solid setelah berbalik arah dari level dukungan Rp770 dan mendekati batas atas pola saluran menurun jangka menengahnya. Indikator Stochastic Oscillator yang berada di area jenuh beli menggambarkan kekuatan momentum sesaat, namun di sisi lain memberikan sinyal akan adanya potensi konsolidasi singkat sebelum melanjutkan kenaikan.

Jika harga mampu menembus area resistensi Rp940 hingga Rp1.000 secara kuat, hal tersebut akan mengonfirmasi pembalikan arah tren yang lebih kokoh menuju target kisaran Rp1.100 sampai Rp1.200. Rekomendasi transaksi adalah beli saat melemah di Rp900 dengan pembatasan risiko di Rp850 dan target keuntungan di Rp1.000.

Kondisi IHSG sendiri mengalami penurunan sebesar 1,89 persen atau merosot 113 poin ke level 5.873 pada perdagangan hari Rabu. Walaupun pemodal luar negeri membukukan aksi beli bersih senilai Rp690 miliar, dominasi tekanan jual dari pelaku pasar dalam negeri tetap menjadi penahan utama. Sektor Bahan Baku mencatat pelemahan terdalam sebesar minus 4,35 persen, diikuti sektor Properti dan Real Estat sebesar minus 2,68 persen, serta sektor Konsumer Siklikal sebesar minus 2,50 persen. Penurunan ini didorong oleh melemahnya saham-saham berbobot besar seperti BBCA yang turun minus 1,98 persen, BBRI minus 2,79 persen, dan AMMN minus 5,90 persen, bersamaan dengan melemahnya nilai tukar rupiah sebesar 17 poin ke posisi Rp17.999 per dolar AS.

Secara teknikal, pergerakan grafis IHSG masih tergolong dalam tren menurun jangka menengah kendati sempat merangkak naik dari titik terendah 5.318. Saat ini pergerakan indeks tertahan di kisaran 5.873 dengan pola pembentukan titik terendah yang meninggi, tetapi posisinya masih berada di bawah garis tren menurun utama yang menandakan struktur pelemahan pasar secara umum belum berubah.

Indikator Awesome Oscillator menunjukkan adanya perbaikan kekuatan beli dengan histogram yang pulih, sementara Stochastic Oscillator telah berada di area jenuh beli yang memberi sinyal bahwa ruang kenaikan jangka pendek cenderung terbatas dan rawan terjadi koreksi. Keberhasilan melewati batas resistensi 6.100 hingga 6.377 akan memperkuat prospek pemulihan, namun kegagalan mempertahankan titik terendah terakhir berisiko memicu gelombang tekanan jual baru menuju area dukungan 5.500 sampai 5.318.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua