Saham PRDL Perdana IPO Hari Ini 9 Juli 2026, Cek Potensi ARA dan ARB

AA
Aaina Salsa Bila

Editor: Nathasya Zallianty

Kamis, 09 Juli 2026
Saham PRDL Perdana IPO Hari Ini 9 Juli 2026, Cek Potensi ARA dan ARB
Ilustrasi Saham, Sumber: ajaib.

JAKARTA - PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) siap memulai perdagangan perdana sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari Kamis, 9 Juli 2026. Momen ini dilengkapi dengan simulasi batas auto rejection atas (ARA) dan auto rejection bawah (ARB) untuk hari pertama.

Pencatatan resmi saham PRDL di BEI dijadwalkan berlangsung pada Kamis (9/7/2026). Menjelang pencatatan tersebut, penawaran umum perseroan mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed hingga 709,93 kali.

Sistem e-IPO mencatat sebanyak 1.273.678 antrean pemesanan selama masa penawaran umum berlangsung. Dalam aksi ini, PRDL menawarkan sejumlah 522,90 juta saham baru yang setara dengan 30 persen modal ditempatkan.

Harga penawaran umum ditetapkan senilai Rp 120 per saham yang merupakan batas atas saat masa bookbuilding. Melalui langkah korporasi ini, perseroan berhasil mengumpulkan dana segar mencapai Rp 62,75 miliar.

Tingginya minat investor membuat harga saham PRDL berpotensi melesat hingga menyentuh batas ARA pada perdagangan perdana. Batas ARA akan tercapai jika harga saham melonjak hingga 35 persen menuju level Rp 162 per saham.

Namun, jika harga saham mengalami penurunan sebesar 15 persen, maka saham PRDL akan terkena ARB. Kondisi ARB tersebut akan membuat harga saham menyusut menjadi Rp 102 per saham.

Dana yang diperoleh dari IPO sekitar 62 persen akan dialokasikan untuk melunasi sebagian fasilitas pinjaman bank. Sementara sisanya akan digunakan sebagai belanja modal dan modal kerja untuk operasional perusahaan.

Kebutuhan belanja modal mencakup pembelian mesin produksi, alat kalibrasi, kendaraan operasional, hingga sistem perangkat lunak. Dana tersebut juga dipakai untuk penataan area produksi serta penambahan fasilitas Air Handling Unit (AHU) Laboratorium Biomolekuler.

Direktur Utama Sucor Sekuritas Bernadus Wijaya menjelaskan bahwa tingginya permintaan mencerminkan minat besar investor terhadap emiten yang berfundamental kokoh. Prospek pertumbuhan bisnis perseroan dinilai sangat menjanjikan bagi pasar.

"Antusiasme terhadap IPO PRDL menunjukkan minat investor terhadap perusahaan dengan fundamental yang solid masih sangat tinggi," ujar Bernadus dalam keterangan resmi.

Kehadiran emiten baru yang berkualitas diharapkan mampu menjadi stimulus positif bagi pasar modal di tanah air. Hal ini sekaligus memperluas opsi instrumen investasi untuk masyarakat maupun institusi.

Direktur Utama Prodia Diagnostic Line Cristina Sandjaja menyebut momen go public ini menjadi pijakan penting untuk memacu pertumbuhan di sektor alat kesehatan. Langkah ini mempertegas posisi perusahaan dalam ekosistem kesehatan.

"IPO ini merupakan milestone yang sangat penting bagi perjalanan bisnis Proline sekaligus membuktikan komitmen perusahaan menjadi bagian penting ekosistem layanan kesehatan di Indonesia," kata Cristina.

Manajemen optimis bahwa perolehan dana IPO dapat memperkuat struktur permodalan dan memperlancar ekspansi. Kontribusi PRDL terhadap industri alat kesehatan nasional diharapkan meningkat dalam jangka panjang.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua