Saham Sektor Properti Dominan Bawa IHSG Naik 1,19 Persen

MO
Moch Febrianto

Editor: Nathasya Zallianty

Rabu, 08 Juli 2026
Saham Sektor Properti Dominan Bawa IHSG Naik 1,19 Persen
Ilustrasi ihsg (sumber foto: NET)

JAKARTA – Penutupan perdagangan saham hari Selasa menempatkan IHSG di posisi yang lebih tinggi seiring dengan melesatnya saham sektor properti.

Indeks komposit bertambah 70,43 poin atau 1,19 persen ke level 5.986,50, berbarengan dengan kelompok saham unggulan LQ45 yang naik ke 549,92.

"IHSG ditutup menguat pada perdagangan Selasa, di tengah volume dan nilai transaksi yang masih cenderung sepi," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Selasa sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Lonjakan indeks sektor properti hingga 3,03 persen serta kehadiran dua saham perdana (IPO) yang menyentuh batas ARA menjadi pendorong utama pasar domestik.

Suntikan tenaga bagi pasar juga bersumber dari kenaikan nilai cadangan devisa Indonesia dari 144,9 miliar dolar AS menjadi 145,6 miliar dolar AS.

Rencana pengurangan pagu anggaran untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2027 oleh pihak legislatif turut menjadi sorotan pelaku pasar.

"Diperkirakan IHSG (besok) berpotensi melanjutkan rally dan menguji level psikologis di 6.000, namun perlu diwaspadai potensi pullback jangka pendek karena profit taking," ujar Ratna sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Sementara itu dari faktor eksternal, para pelaku finansial global tengah fokus menantikan publikasi rangkuman rapat berkala moneter komite FOMC AS.

IHSG terus mempertahankan kekuatannya di zona hijau tanpa sekalipun terjatuh ke zona merah sejak awal perdagangan pagi hingga sore hari.

Berdasarkan data sektoral IDX-IC, lini properti, barang konsumen nonprimer, dan sektor keuangan menjadi pemenang terbesar, sedangkan sektor teknologi melempem.

Perdagangan hari ini mencatat ada 450 saham yang mengalami apresiasi nilai di tengah total nilai transaksi yang menembus angka Rp10,13 triliun.

Kondisi sebaliknya terjadi pada pergerakan pasar regional Asia yang didominasi oleh koreksi massal, termasuk penurunan indeks Nikkei sebesar 2,04 persen.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua