Rekomendasi Saham Pilihan Saat IHSG Berpeluang Menembus Level 6.000

MO
Moch Febrianto

Editor: Nathasya Zallianty

Rabu, 08 Juli 2026
Rekomendasi Saham Pilihan Saat IHSG Berpeluang Menembus Level 6.000
Ilustrasi ihsg (sumber foto: NET)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan kembali melanjutkan tren penguatan pada perdagangan hari Rabu (8/7/2026). Perkiraan ini muncul setelah indeks mengalami lonjakan sebesar 1,19 persen atau menguat sebanyak 70 poin hingga mencapai level 5.986 pada penutupan perdagangan hari Selasa pekan ini.

Pergerakan area support IHSG diestimasi berada di angka 5.986 dengan level resistance pada posisi 6.021. Kondisi pasar saham dalam negeri saat ini sedang mendapatkan dorongan positif dari pertumbuhan cadangan devisa Indonesia, yang menjadi indikator kuatnya ketahanan pada sektor eksternal.

Di sisi lain, para pelaku pasar masih terus memantau data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia yang akan segera dipublikasikan pada hari Rabu ini. Faktor eksternal seperti peningkatan harga minyak mentah dunia juga turut memberikan pengaruh yang signifikan terhadap laju pergerakan IHSG.

Selain faktor tersebut, penurunan harga komoditas emas berpotensi memicu perpindahan fokus para investor menuju aset-aset yang memiliki risiko lebih tinggi, salah satunya pasar saham.

“Kami memperkirakan IHSG berpeluang menguat dengan support 5.986 dan resistance 6.021, di mana dari sisi sentimen diperkirakan masih dipengaruhi oleh menguatnya cadangan devisa Indonesia dan besok akan ada rilis IKK Indonesia. Di sisi lain, diperkirakan akan dipengaruhi oleh penguatan harga minyak dunia dan pelemahan harga komoditas emas,” ujar Herditya saat dihubungi, Selasa malam (7/7/2026).

Bagi para investor ritel yang bertransaksi pada perdagangan hari Rabu, terdapat beberapa saham pilihan yang dapat diperhatikan secara cermat, yaitu:

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dengan target harga Rp 8.300-Rp 8.425 PT Vale Indonesia Tbk (INCO) pada kisaran harga Rp 4.800-Rp 5.175 PT Petrosea Tbk (PTRO) dengan proyeksi nilai pada rentang Rp 4.610-Rp 5.500

Melihat pergerakan sebelumnya, penguatan indeks pada hari Selasa kemarin dipicu oleh pulihnya sentimen internal domestik serta adanya aksi technical rebound. Namun, para pemodal tampak masih memperlihatkan sikap waspada yang teermin dari nilai transaksi perdagangan yang relatif masih rendah, yakni berada di kisaran Rp 10,37 triliun.

Dukungan positif dari dalam negeri dipengaruhi oleh naiknya cadangan devisa negara yang kini menyentuh angka 145,6 miliar dollar AS. Rencana pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) bagi sektor rumah susun bersubsidi juga dinilai mampu menyuntikkan sentimen positif pada industri properti, ditambah dengan harapan terhadap kebijakan baru yang fokus pada akselerasi pertumbuhan ekonomi.

“Sementara dari eksternal, pelaku pasar mulai menantikan rilis FOMC Minutes sebagai petunjuk arah kebijakan suku bunga The Fed,” ucap Reza.

Laju IHSG diperkirakan masih memiliki momentum untuk mempertahankan penguatannya dengan menguji batas resistance psikologis pada level 6.000. Sementara itu, batas support berada di area 5.734. Posisi 6.000 ini akan menjadi momentum krusial bagi arah pergerakan indeks selanjutnya karena jika berhasil terlewati, maka indeks akan terus menguat pada sesi berikutnya.

Untuk masa mendatang, pasar akan mencermati beberapa rilis sentimen utama, khususnya angka Indeks Keyakinan Konsumen Indonesia serta nota risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang dikeluarkan oleh bank sentral Amerika Serikat, yaitu The Fed.

Untuk aktivitas perdagangan di hari Rabu, terdapat beberapa emiten saham yang direkomendasikan untuk dicermati, antara lain:

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan target harga Rp 6.400-Rp 6.550 per saham PT Elnusa Tbk (ELSA) di kisaran Rp 610-Rp 630 per saham PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) dengan target harga Rp 106-Rp 116 per saham

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua