Harga Emas Dunia Berpotensi Melonjak Tajam Dekati Level Dolar
JAKARTA - Harga emas dunia melonjak signifikan pada penutupan perdagangan pekan lalu setelah tertekan selama empat minggu berturut-turut. Harga sang logam mulia di pasar spot melesat 1,15% ke posisi US dolar 4.170,3 per troy ons pada Jumat (3/7/2026). Angka penutupan ini menjadi yang tertinggi bagi komoditas emas sejak 22 Juni lalu sekaligus mencatatkan pertumbuhan lebih dari 2% dalam sepekan.
Lesatan harga aset lindung nilai ini dipicu oleh rilis data ketenagakerjaan dari US Bureau of Labor Statistics. Perekonomian Amerika Serikat tercatat hanya menciptakan 57.000 lapangan kerja non-pertanian (non-farm payroll) sepanjang Juni. Jumlah tersebut merosot tajam dibandingkan capaian Mei yang menyentuh 110.000, sekaligus menjadi level terendah dalam empat bulan terakhir.
Kondisi pasar tenaga kerja yang mendingin ini diprediksi menahan bank sentral Federal Reserve untuk tidak agresif melakukan pengetatan moneter. Gubernur Kevin Warsh bersama jajaran pejabat The Fed diperkirakan belum akan menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan bulan ini. Berdasarkan data CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga pada rapat 29 Juli kini melorot ke angka 21,9% dari posisi pekan lalu sebesar 29,9%.
Penurunan proyeksi suku bunga menjadi angin segar bagi komoditas emas yang merupakan aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset). “Harga energi yang turun dan pertumbuhan lapangan kerja yang melambat mengindikasikan tekanan inflasi sepertinya akan mereda dalam bulan-bulan ke depan. Kami memperkirakan harga emas akan reli menuju resisten US dolar 4.280/troy ons,” kata Bart Melek, Global Head of Commodity Strategy di TD Securities.
Secara teknikal dalam grafik mingguan, pergerakan emas sebenarnya masih tertahan di area bearish karena indikator Relative Strength Index (RSI) 14 hari berada di level 42. Di sisi lain, indikator Stochastic RSI 14 hari sudah menyentuh level 20 yang mengindikasikan kondisi jenuh jual atau oversold.
Peluang rebound masih terbuka untuk perdagangan pekan ini dengan target uji resisten terdekat pada Moving Average (MA) 5 di level US dolar 4.168 per troy ons. Jika area tersebut berhasil ditembus, target kenaikan berikutnya berada di rentang:
US dolar 4.199 hingga US dolar 4.356 per troy ons
dengan proyeksi optimistis mencapai:
US dolar 4.523 per troy ons.
Sebaliknya, jika tren berbalik melemah, pelaku pasar perlu mencermati titik pivot pada US dolar 4.105 per troy ons. Penembusan di bawah level pivot berisiko menyeret harga jatuh lebih dalam ke kisaran:
US dolar 4.059 hingga US dolar 3.853 per troy ons
dengan batas pesimistis di:
US dolar 3.763 per troy ons.