IHSG Berpeluang Menguat Hari Ini dan Rekomendasi Saham Pilihan
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin, 6 Juli 2026, setelah melonjak sebesar 2,28 persen pada penutupan perdagangan Jumat, 3 Juli 2026. Secara teknikal, pergerakan indeks berpeluang menembus level rata-rata pergerakan 20 hari atau moving average 20. Indeks saham diproyeksikan bergerak pada level support 5.842 dan resistance 5.916.
Pelaku pasar saat ini masih mencermati kenaikan harga emas pada awal pekan. Berdasarkan data terkini, harga emas Antam ukuran 1 gram naik sebesar Rp 19.000 menjadi Rp 2.777.000 dari posisi sebelumnya sebesar Rp 2.758.000. Harga buyback emas Antam bertahan di level Rp 2.476.000 per gram, sedangkan ukuran 0,5 gram naik menjadi Rp 1.441.000 dengan harga buyback Rp 1.238.000.
Selain harga emas, perhatian investor juga tertuju pada pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat yang berada di kisaran Rp 18.000 per dollar AS. "Untuk Senin kami perkirakan IHSG berpeluang melanjutkan penguatannya untuk menembus MA20 daily dengan support 5842 dan resist 5916. Untuk sentimen kami perkirakan investor masih mencermati akan harga komoditas emas yang berpeluang melanjutkan penguatannya dan nilai tukar Rupiah yg sedang berada di level psikologisnya 18.000 (per dollar AS)," ujar seorang analis teknikal sekuritas.
Saham-saham yang layak dicermati investor pada perdagangan hari ini antara lain: PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) dengan target harga Rp 2.100 sampai Rp 2.210 PT Multipolar Tbk (MLPL) di kisaran Rp 89 sampai Rp 97 PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) dengan target Rp 444 hingga Rp 464
Di sisi lain, pengamat pasar modal memperkirakan ruang penguatan indeks mulai terbatas setelah mengalami reli pada akhir pekan lalu. Kenaikan tersebut didorong oleh sentimen global dan domestik, di mana pasar merespons positif data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan. Kondisi itu memunculkan harapan bank sentral AS tidak lagi agresif menaikkan suku bunga, sehingga mendorong aliran dana kembali masuk ke aset berisiko.
Optimisme investor juga didukung data Purchasing Managers' Index di sejumlah negara Asia yang masih berada di zona ekspansi. Bursa saham Asia ikut menguat, sementara rupiah terapresiasi ke kisaran Rp 17.962 per dollar AS. Dari dalam negeri, hampir seluruh sektor menguat dengan sektor perindustrian menjadi penopang utama, ditambah aksi bargain hunting pada sejumlah saham yang terkoreksi.
Pergerakan indeks diproyeksikan berada di kisaran 5.840 sampai 5.950, dengan level 5.900 menjadi area psikologis yang akan diuji pasar. Selama indeks mampu bertahan di atas support 5.830 sampai 5.850, peluang penguatan masih terbuka. Investor disarankan menerapkan strategi selective buying pada saham yang memiliki momentum teknikal positif.
Berikut beberapa rekomendasi saham lainnya:
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) untuk speculative buy dengan target harga Rp 1.945
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) untuk speculative buy dengan target Rp 2.900
PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) untuk trading buy dengan target harga Rp 600
PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) untuk speculative buy dengan target harga Rp 250