Nilai Emas Dunia Melonjak Tajam Bersiap Akhiri Tren Penurunan 4 Pekan

MO
Moch Febrianto

Editor: Nathasya Zallianty

Jumat, 03 Juli 2026
Nilai Emas Dunia Melonjak Tajam Bersiap Akhiri Tren Penurunan 4 Pekan
Ilustrasi emas dunia (sumber foto: NET)

JAKARTA - Harga emas dunia kembali meroket pada sesi perdagangan Jumat (3/7/2026), menandakan kesiapan untuk mengakhiri tren penurunan mingguan berturut-turut dalam lima pekan terakhir. Lonjakan ini didorong oleh berkurangnya ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga acuan setelah data pasar tenaga kerja Amerika Serikat menunjukkan kelesuan yang lebih dalam daripada estimasi sebelumnya.

Pada awal perdagangan, nilai emas murni melonjak sebesar 1,38% ke angka US$ 4.180,85 per ons troi, bahkan sempat menyentuh titik tertinggi sejak 23 Juni. Di samping itu, kontrak emas berjangka Amerika Serikat untuk tenggat pengiriman Agustus juga merangkak naik sebesar 1,64% menuju level US$ 4.193 per ons troi.

Secara akumulasi mingguan, komoditas emas diproyeksikan menguat mendekati 1,2%, yang menjadi pertumbuhan mingguan perdana sejak akhir Mei. Tren positif ini dipicu oleh rilis data nonfarm payrolls serta payroll sektor swasta Amerika Serikat yang berada di bawah ekspektasi, sehingga menenangkan kekhawatiran pelaku pasar mengenai kebijakan suku bunga tinggi yang bertahan lama.

Laporan resmi menunjukkan bahwa penyerapan tenaga kerja baru hanya menyentuh angka 57.000 pada Juni, selisih jauh dari prediksi para ekonom yang memperkirakan adanya tambahan hingga 110.000 lapangan kerja. Kondisi tersebut langsung direspons oleh para pelaku pasar dengan memangkas proyeksi kenaikan suku bunga bank sentral.

Peluang kenaikan suku bunga pada September mendatang kini menyusut ke kisaran 54%, turun dari angka 66% sebelum data ketenagakerjaan dipublikasikan. Sementara itu, mengenai kebijakan moneter, Presiden The Fed San Francisco Mary Daly menyatakan, kebijakan moneter AS saat ini sudah berada pada level yang ‘sedikit restriktif’.

Kendati demikian, derasnya arus investasi pada sektor kecerdasan buatan atau artificial intelligence serta kondisi pasar kerja yang condong stabil membuat langkah kebijakan bank sentral berikutnya masih belum bisa dipastikan secara mutlak. Di sisi lain, aksi borong yang dilakukan oleh sejumlah bank sentral global turut memberikan suntikan sentimen positif bagi pergerakan harga dengan tambahan cadangan bersih mencapai 41 ton pada Mei.

Penguatan ini tidak hanya dinikmati oleh emas, karena komoditas logam mulia lainnya terpantau ikut bergerak menguat ke atas pada akhir pekan ini.

Berikut rincian pergerakan harga komoditas logam mulia lainnya:

Harga perak spot melejit 2,47% menjadi US$ 62,5 per ons

Platinum menanjak 2,4% ke US$ 1.664,9 per ons

Paladium bertambah 1,91% menjadi US$ 1.2288,05 per ons

Ketiga komoditas logam tersebut saat ini juga berada dalam jalur yang tepat untuk membukukan kenaikan performa mingguan secara positif.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua