Harga Emas Dunia Naik Tipis Usai Catat Kinerja Terburuk Kuartal Ini

AA
Aaina Salsa Bila

Editor: Nathasya Zallianty

Kamis, 02 Juli 2026
Harga Emas Dunia Naik Tipis Usai Catat Kinerja Terburuk Kuartal Ini
Ilustrasi Emas Dunia, Sumber: treasury.

JAKARTA - Harga emas dunia terpantau naik tipis pada Rabu, 1 Juli 2026, setelah sehari sebelumnya mencatat performa kuartalan paling buruk dalam 13 tahun terakhir. Penurunan harga minyak ke posisi sebelum konflik Iran turut mengurangi tekanan inflasi, meski ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat tetap menahan laju penguatan logam mulia tersebut.

Berdasarkan data pasar, harga emas spot naik 0,6 persen menjadi USD4.031,29 per ons, sementara emas berjangka menguat 0,2 persen ke level USD4.044,60 per ons. Meskipun sempat menguat, harga emas spot secara keseluruhan telah turun 14,3 persen sepanjang kuartal II dan melemah 7,2 persen selama semester I-2026.

Pelaku pasar saat ini fokus memantau kebijakan moneter The Fed dengan memperhatikan data tenaga kerja AS. Laporan menyebutkan jumlah PHK di AS pada Juni mencapai 45.849, angka terendah sejak Desember 2025. Sektor swasta juga mencatatkan penambahan 98 ribu lapangan kerja pada Juni, di bawah ekspektasi pasar yang memprediksi 118 ribu.

Ketua The Fed menyatakan bahwa risiko inflasi kini mulai menunjukkan penurunan. Meski demikian, potensi kenaikan suku bunga tahun ini tetap terbuka, yang memicu kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS sehingga daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil menjadi terbatas.

Dewan Emas Dunia memandang semester II 2026 sebagai periode krusial bagi pasar emas. Faktor utama yang akan memengaruhi pergerakan harga mencakup risiko geopolitik, perubahan ekspektasi suku bunga, serta permintaan jangka panjang dari bank sentral dan investor institusional.

Pihak riset menyatakan bahwa dinamika ekonomi makro global tetap menjadi penentu utama. "Suku bunga memang menjadi faktor penting dan kami memperkirakan akan menjadi variabel utama pada paruh kedua tahun ini. Namun, kinerja emas tidak ditentukan oleh satu faktor saja," ungkapnya.

Permintaan berkelanjutan dari berbagai pihak di tingkat global dinilai tetap menjadi pondasi kuat untuk menjaga ketahanan harga emas, meskipun logam tersebut sempat berada di bawah tekanan pada kisaran USD4.000 per ons.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua