Lonjakan Harga Emas Domestik Tembus 148 Juta VND per Tael pada 2 Juli

MO
Moch Febrianto

Editor: Nathasya Zallianty

Kamis, 02 Juli 2026
Lonjakan Harga Emas Domestik Tembus 148 Juta VND per Tael pada 2 Juli
Ilustrasi emas (sumber foto: NET)

SAIGON -, Harga emas domestik mengalami pemulihan yang cukup signifikan. Secara spesifik, pergerakan nilai komoditas berharga pada beberapa perusahaan perdagangan terpantau mengalami perubahan struktur nilai sebagai berikut:

Saigon Jewelry Company (SJC) Harga beli: 145,4 juta VND Harga jual: 148,4 juta VND (Meningkat 2 juta VND per ons dibandingkan hari sebelumnya)

Mi Hong Company Harga beli: 146 juta VND (meningkat 1,3 juta VND) Harga jual: 147,5 juta VND (meningkat 1,1 juta VND)

Tren kenaikan ini juga diikuti oleh komoditas cincin emas di Perusahaan SJC yang meningkat sebesar 2 juta VND, sehingga menyentuh angka 145,3 juta VND untuk posisi pembelian dan 148,3 juta VND untuk posisi penjualan. Sementara itu, kondisi serupa juga terjadi pada Perusahaan Phu Quy yang mencatatkan kenaikan sebesar 2 juta VND, menetapkan harga beli pada angka 145 juta VND dan harga jual menjadi 148 juta VND. Perubahan nilai ini terjadi di tengah penerapan regulasi baru per 1 Juli yang mengatur bahwa aktivitas jual beli emas batangan kini mulai dikenakan pajak penghasilan pribadi.

Di pasar internasional, nilai komoditas logam mulia ini bergerak naik hingga menyentuh angka 4.053 dolar AS per ons, menguat sebesar 72 dolar AS dibandingkan catatan pada pagi hari sebelumnya. Pemulihan performa ini dipicu oleh rilis laporan ketenagakerjaan sektor swasta dari ADP yang menunjukkan penambahan sebesar 98.000 pekerjaan pada bulan Juni, angka yang berada di bawah proyeksi awal para ekonom di level 118.000 pekerjaan, sementara bulan Mei mencatat pertumbuhan sebanyak 122.000 pekerjaan tanpa penyesuaian. Situasi pasar juga dipengaruhi oleh penurunan hasil obligasi akibat meredanya tekanan inflasi. Kondisi ini diperkuat oleh pernyataan Ketua Federal Reserve Kevin Warsh yang menyampaikan pandangannya bahwa ekspektasi inflasi serta risiko penyertanya terpantau menyusut dalam beberapa minggu terakhir, sekalipun pihak bank sentral tetap berkomitmen mengembalikan target inflasi ke posisi 2 persen.

Faktor eksternal lain yang turut memberikan pengaruh positif berasal dari dinamika kawasan Timur Tengah, di mana pelaksanaan pembicaraan teknis antara Amerika Serikat dan Iran berlangsung di Doha dengan agenda menyepakati mekanisme lalu lintas kapal di Selat Hormuz serta mengupayakan realisasi gencatan senjata jangka panjang. Sentimen positif dari meredanya kecemasan pasar terhadap inflasi global pada akhirnya berhasil memicu pergerakan naik pada nilai komoditas logam mulia ini secara umum.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua