Harga Emas Dunia Melonjak 2 Persen Usai Data Tenaga Kerja AS Melemah

AA
Aaina Salsa Bila

Editor: Nathasya Zallianty

Kamis, 02 Juli 2026
Harga Emas Dunia Melonjak 2 Persen Usai Data Tenaga Kerja AS Melemah
Ilustrasi Emas Dunia, Sumber: ajaib.co.

JAKARTA - Harga emas dunia mengalami lonjakan lebih dari 2 persen pada perdagangan Rabu setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat menunjukkan pelemahan. Sentimen positif turut didorong oleh pernyataan Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, yang menilai risiko inflasi mulai mereda.

Harga emas di pasar spot naik 2,1 persen menjadi US$ 4.089,49 per ounce, setelah sebelumnya sempat menyentuh level terendah sejak November 2025. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus menguat 1,6 persen ke level US$ 4.103,10 per ounce.

Pelemahan data tenaga kerja swasta AS menjadi pemicu utama kenaikan harga. Komentar Ketua The Fed mengenai inflasi juga mendorong penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS sehingga meningkatkan daya tarik emas.

"Emas mengalami kenaikan yang cukup baik. Data lapangan kerja yang lebih rendah dari perkiraan menjadi pemicu awal, sementara komentar Ketua The Fed bahwa inflasi mulai menurun membuat imbal hasil obligasi turun dan mendorong pasar emas yang sebelumnya lesu kembali bergairah," ungkap pedagang logam independen.

Ia menambahkan, harga emas berpotensi membentuk dasar penguatan jangka pendek, kecuali laporan ketenagakerjaan nonpertanian yang dirilis Kamis menunjukkan hasil jauh lebih kuat dari ekspektasi.

Ketua The Fed Kevin Warsh menyatakan ekspektasi dan risiko inflasi dalam beberapa pekan terakhir mulai menurun. Meski demikian, ia menegaskan komitmen bank sentral AS untuk membawa inflasi kembali ke target 2 persen.

Pelaku pasar saat ini memperkirakan peluang sekitar 67 persen bagi The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga pada September mendatang. Dari sisi geopolitik, Amerika Serikat dan Iran sedang menggelar pembicaraan teknis di Doha untuk membahas kesepakatan pelayaran di Selat Hormuz dan gencatan senjata.

Logam mulia lainnya juga mencatat penguatan:

Harga perak spot naik 2,8 persen menjadi US$ 60,24 per ounce

Palladium menguat 1,6 persen menjadi US$ 1.223,68 per ounce

Platinum melonjak 3,1 persen menjadi US$ 1.599,36 per ounce setelah sempat menyentuh level terendah sejak November tahun lalu.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua