Kebijakan The Fed dan Konflik Timur Tengah Guncang Harga Perak, Sentuh Level Terendah 7 Bulan
JAKARTA – Harga perak pada perdagangan Selasa (30/6/2026) melemah signifikan hingga mendekati US$57 per ons troi, level terendah dalam tujuh bulan terakhir. Logam mulia ini tercatat turun lebih dari 23% sepanjang bulan Juni dan berada di jalur penurunan kuartalan yang tajam.
Pasar memperkirakan Federal Reserve Amerika Serikat (AS) akan menaikkan suku bunga sebanyak tiga kali pada tahun ini, dengan langkah pertama berpotensi terjadi pada September. Ekspektasi tersebut menekan harga perak yang sebelumnya sempat stabil di awal tahun.
Investor kini menunggu laporan ketenagakerjaan bulanan AS sebagai petunjuk arah kebijakan moneter The Fed. Data tersebut dipandang krusial untuk menentukan prospek pasar komoditas, termasuk perak.
Di sisi geopolitik, ketegangan Timur Tengah turut menambah tekanan. AS dan Iran dijadwalkan melanjutkan pembicaraan perdamaian di Doha, Qatar, meski prospek gencatan senjata masih belum jelas. Teheran menegaskan rencana untuk tetap mengawasi lalu lintas di Selat Hormuz, bahkan jika Oman tidak ikut serta dalam pengawasan tersebut.
Dengan kombinasi faktor kebijakan moneter dan geopolitik, harga perak diperkirakan masih akan menghadapi volatilitas tinggi dalam beberapa pekan ke depan.