Pilihan Saham Potensial SMIL UNVR dan MTEL Saat IHSG Peluang Naik

MO
Moch Febrianto

Editor: Nathasya Zallianty

Rabu, 01 Juli 2026
Pilihan Saham Potensial SMIL UNVR dan MTEL Saat IHSG Peluang Naik
Ilustrasi ihsg (sumber foto: NET)

JAKARTA - Tiga saham unggulan yakni PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (SMIL), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) dapat dicermati sebagai pilihan transaksi cepat atau quick trade jangka pendek pada perdagangan hari ini, 1 Juli 2026. Di sisi lain, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal mempunyai proyeksi untuk bergerak menguat.

Saham SMIL saat ini direkomendasikan untuk dipertahankan atau diperdagangkan jangka pendek pada area Rp256–280. Pada penutupan perdagangan 30 Juni 2026, saham produsen pipa baja ini mengalami kenaikan sebesar 0,71 persen ke level Rp284. Secara pergerakan teknikal, posisi harga SMIL berada di atas garis MA20 Rp265 dan MA50 Rp270 yang memperkuat konfirmasi tren kenaikan lewat fase breakout MA50 yang sudah terlewati. Indikator RSI yang menyentuh level 51,43 merefleksikan penguatan momentum beli baru dengan ruang peningkatan yang relatif masih terbuka lebar, di mana area support terdekat berada pada Rp280–270 dan batas resistance pada kisaran Rp298–308.

Sebagai produsen pipa baja yang menyuplai sektor konstruksi, infrastruktur, serta minyak dan gas, saham SMIL sangat menarik untuk diperhatikan di tengah pengerjaan proyek infrastruktur nasional yang terus berjalan. Nilai RSI 51,43 yang baru menginjak area momentum positif memberikan ruang pertumbuhan harga yang lebih kompetitif jika dibandingkan dengan dua saham pilihan lainnya. Strategi yang dapat diterapkan adalah melakukan quick trade atau membelinya ketika terjadi pelemahan harga ke area Rp256–280, dengan prioritas masuk di kisaran Rp256–262 demi menjaga rasio risiko dan keuntungan yang ideal. Target keuntungan ditetapkan pada Rp298–308 dengan batasan risiko kerugian di level Rp254.

Sementara itu, saham UNVR disarankan untuk dipertahankan atau ditransaksikan jangka pendek dalam rentang area Rp1.680–1.785. Harga saham emiten konsumer ini ditutup menguat sebesar 1,98 persen menuju Rp1.805 pada perdagangan 30 Juni 2026. Melalui pendekatan teknikal, posisi UNVR berada di atas MA20 Rp1.664 dan MA50 Rp1.704 yang memvalidasi tren penguatan seiring terlampauinya fase breakout MA50. Indikator RSI pada posisi 59,06 memperlihatkan momentum pembelian yang kokoh dengan peluang kenaikan lanjutan yang memadai. Batas support terdekat berada di posisi Rp1.785–1.704 dengan target resistance pada kisaran Rp1.895–1.950.

Sebagai salah satu produsen produk kebutuhan harian terbesar di dalam negeri yang memiliki penetrasi pasar sangat kuat, UNVR menyajikan performa pendapatan yang defensif atau stabil dari gejolak ekonomi. Adanya program stimulus dari pemerintah dengan nilai mencapai Rp26,34 triliun pada paruh kedua tahun 2026 yang mayoritas disalurkan untuk bantuan pangan diperkirakan mampu menopang daya beli masyarakat di sektor produk perseroan. Strategi perdagangannya ialah melakukan transaksi cepat atau masuk saat harga melemah ke kisaran Rp1.680–1.785, dengan area masuk prioritas pada Rp1.680–1.705 agar rasio risiko lebih terjaga. Target penarikan keuntungan berada di Rp1.895–1.950 dengan batas penghentian kerugian di Rp1.665.

Untuk saham MTEL, rekomendasi yang diberikan adalah dipertahankan atau melakukan quick trade pada area Rp490–535. Pergerakan harga saham MTEL mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 8,43 persen ke angka Rp540 pada perdagangan 30 Juni 2026. Secara analisis teknikal, posisi harga saham anak usaha Telkom ini bertengger di atas MA20 Rp500 dan MA50 Rp504, yang mengindikasikan kelanjutan tren naik setelah menembus titik MA50. Level RSI sebesar 58,87 memperlihatkan momentum beli yang kian solid dengan ruang peningkatan harga yang masih tersedia. Area support terdekat diproyeksikan pada Rp534–504 dan tingkat resistance di rentang Rp570–585.

Sebagai perusahaan menara telekomunikasi yang memiliki pendapatan berbasis kontrak sewa jangka panjang, posisi keuangan perseroan tergolong sangat defensif. Lonjakan harga sebesar 8,43 persen pada perdagangan terakhir mengindikasikan adanya pemulihan minat beli pasar yang kuat setelah sebelumnya harga saham sempat tertekan hingga mendekati level terendah tahunannya. Strategi investasi jangka pendek yang dapat diterapkan ialah melakukan quick trade atau melakukan pembelian saat pullback ke rentang Rp490–535. Investor dapat mengutamakan pembelian di kisaran Rp490–500 guna mendapatkan perbandingan risiko serta potensi keuntungan yang maksimal. Target ambil untung berada pada rentang Rp570–585, sedangkan batas cut loss diletakkan di Rp484.

Berikut rincian dari rencana aksi perdagangan masing-masing saham:

Saham SMIL Rekomendasi: Hold / Quick Trade Entry Area: Rp256–280 Prioritas Entry: Rp256–262 Target Harga: Rp298–308 Stop Loss: Rp254

Saham UNVR Rekomendasi: Hold / Quick Trade Entry Area: Rp1.680–1.785 Prioritas Entry: Rp1.680–1.705 Target Harga: Rp1.895–1.950 Stop Loss: Rp1.665

Saham MTEL Rekomendasi: Hold / Quick Trade Entry Area: Rp490–535 Prioritas Entry: Rp490–500 Target Harga: Rp570–585 Stop Loss: Rp484

Mengenai kondisi pasar modal secara keseluruhan, indeks saham domestik sebelumnya mengalami penurunan sebesar 178 poin atau terpangkas 3,05 persen hingga terperosok ke posisi 5.643 pada perdagangan hari Selasa kemarin. Kondisi ini diperberat oleh aksi jual bersih yang dilakukan oleh investor asing dengan nilai mencapai Rp1 triliun, yang menandakan kelanjutan dari tren arus modal keluar. Tiga sektor utama yang mengalami tekanan paling berat meliputi sektor bahan baku sebesar minus 5,54 persen, sektor energi minus 3,51 persen, serta sektor barang konsumen siklikal minus 2,79 persen. Saham-saham berkapitalisasi besar seperti BBCA yang anjlok 6,33 persen, BBRI turun 3,87 persen, serta ASII yang melemah 4,03 persen menjadi motor utama penahan laju indeks, sementara nilai tukar rupiah terpantau melemah 34 poin ke posisi Rp17.882 per dolar AS.

Meskipun secara umum pergerakan indeks masih terjebak di dalam fase koreksi serta berada di bawah garis rata-rata bergerak jangka pendek dan menengah dengan tren utama yang cenderung turun, tekanan aksi jual di pasar saham dinilai mulai menunjukkan tanda-tanda mereda di sekitar area support utama. Indikator stochastic oscillator yang mulai bergerak naik dari area jenuh jual mengindikasikan adanya peluang besar bagi pergerakan indeks saham untuk mengalami pemulihan teknikal dalam jangka pendek.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua