IHSG Terkoreksi 34,74% YtD, Sekuritas Pangkas Proyeksi Indeks Hingga Akhir 2026
JAKARTA – Prospek pasar keuangan Indonesia di paruh kedua tahun ini belum sepenuhnya lepas dari oleh tekanan eksternal. Ketegangan geopolitik yang kembali meningkat serta pelemahan rupiah menjadi faktor utama yang membebani laju pasar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat terkoreksi 34,74% year-to-date (YtD) ke level 5.643,2, dengan arus keluar dana asing mencapai Rp72,56 triliun sepanjang tahun. Kondisi ini menempatkan Indonesia sebagai pasar saham dengan tekanan terbesar di kawasan Asean dan Asia Pasifik.
Sejalan dengan pelemahan IHSG, sejumlah sekuritas melakukan revisi target indeks. Managing Director Research & Digital Production Samuel Sekuritas Indonesia Harry Su menyebut pihaknya kini menargetkan IHSG di level 6.600 pada akhir 2026, turun dari proyeksi sebelumnya 7.500. Menurutnya, pelemahan rupiah dan arus dana asing sangat memengaruhi arah IHSG karena pasar Indonesia masih sangat sensitif terhadap investor asing.
Selain itu, ketidakpastian arah suku bunga global, volatilitas harga komoditas, serta isu tata kelola pasar yang disorot MSCI Inc. turut menjadi risiko tambahan. Samuel Sekuritas menilai perbaikan kebijakan dan pencabutan pembekuan MSCI dapat menjadi katalis positif bagi pasar.
Head of Research/Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto menyatakan pihaknya tengah mengkaji ulang target IHSG. Ia memprediksi perlambatan kinerja emiten pada semester II akibat tingginya suku bunga dan pelemahan rupiah. Sebelumnya, Senior Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta memperkirakan IHSG berada di kisaran 7.246–5.068 sebagai target optimistis dan pesimistis.
Sementara itu, Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia memproyeksikan IHSG akan berada di level 7.000—7.250 hingga akhir tahun, dengan asumsi tidak ada ketegangan global baru yang signifikan. Menurutnya, peluang reli lebih terbuka dibandingkan semester I, meski bersifat gradual. Stabilitas rupiah, kembalinya arus dana asing, serta pertumbuhan, laba emiten yang resilien menjadi faktor penting untuk secara menopang reli berkelanjutan.
Direktur Batavia Prosperindo Aset Manajemen (BPAM) Eri Kusnadi juga berharap IHSG dapat mendekati level 7.000 hingga akhir tahun, dengan sentimen MSCI dan arah kebijakan pemerintah sebagai motor penggerak.
Target IHSG Akhir Tahun:
- Kiwoom Sekuritas: 7.000—7.250
- Mirae Asset Sekuritas: 7.246—5.068
- Samuel Sekuritas: 6.600
- Henan Putihrai AM: 6.200—6.800
- Batavia Prosperindo AM: <7.000