IHSG Terancam Melemah ke Level 5.500 dan Cek Rekomendasi Saham Ini
JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diproyeksikan terancam akan menguji level 5.500 pada perdagangan Kamis (1/7/2026). Pergerakan indeks saham hari ini diperkirakan berada dalam rentang batas resistance 5.800, pivot 5.700, serta level support 5.500. Di tengah kondisi tersebut, terdapat sejumlah saham pilihan yang dinilai layak untuk dicermati oleh para pelaku pasar, salah satunya adalah saham WIFI.
Pada perdagangan hari sebelumnya, indeks saham ditutup melemah signifikan sebesar 3,05 persen menuju ke level 5.643,19. Seluruh sektor saham mengalami penurunan dengan koreksi terdalam melanda sektor bahan baku yang merosot sampai 5,54 persen.
Secara teknikal, pergerakan histogram positif MACD tampak mulai mengecil dan menunjukkan adanya potensi terjadinya pola perpotongan turun atau Death Cross, sementara indikator Stochastic RSI yang berada di area pivot terpantau masih bergerak menuju ke arah bawah.
“Dengan demikian, IHSG hari ini diperkirakan menguji level 5.500,” tulisnya dalam riset harian, Kamis (1/7/2026).
Pada hari ini, sejumlah data ekonomi domestik yang bersifat penting dijadwalkan akan segera dipublikasikan ke publik. Berdasarkan proyeksi konsensus, angka inflasi Indonesia untuk periode Juni 2026 diperkirakan bakal meningkat ke level 0,29 persen secara bulanan atau MoM dan berada di level 3,2 persen secara tahunan atau YoY. Catatan tersebut mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan realisasi pada Mei 2026 yang tercatat sebesar 0,28 persen MoM serta 3,08 persen YoY.
Peningkatan laju inflasi dalam negeri ini diperkirakan terjadi sebagai dampak dari penyesuaian harga komoditas bahan bakar minyak jenis Pertamax yang sudah mulai diberlakukan sejak tanggal 10 Juni 2026 yang lalu.
Di sisi lain, untuk indikator inflasi inti pada periode Juni 2026 juga diproyeksikan akan merangkak naik ke posisi 2,6 persen YoY, sedikit meningkat dari perolehan bulan Mei 2026 yang berada pada level 2,59 persen YoY.
Selain data inflasi, indikator lain yang akan dirilis adalah surplus neraca perdagangan Indonesia periode Mei 2026 yang berdasarkan estimasi konsensus diperkirakan mampu mencapai nilai US$ 1,1 miliar. Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan yang cukup besar jika dibandingkan dengan posisi pada April 2026 yang hanya menyentuh US$ 0,09 miliar. Adapun untuk kinerja pertumbuhan ekspor nasional diproyeksikan tumbuh 4 persen YoY dan aktivitas impor diperkirakan tumbuh sebesar 18 persen YoY.
Untuk menopang perekonomian domestik, pihak pemerintah dilaporkan tengah mempersiapkan paket stimulus ekonomi dengan total nilai mencapai Rp26,34 triliun yang direncanakan meluncur pada paruh kedua tahun 2026.
Program paket stimulus tersebut mencakup pemberian diskon tarif moda transportasi kereta api serta kapal laut milik Pelni sebesar 30 persen khusus pada momentum liburan sekolah serta momen Natal dan Tahun Baru. Langkah penunjang lain yang disiapkan adalah kebijakan pembebasan tarif jasa kepelabuhanan untuk operasional angkutan penyeberangan.
Bukan hanya itu, terdapat juga penyaluran program bantuan pangan yang akan dialokasikan kepada sebanyak 33,24 juta keluarga penerima manfaat, di mana pelaksanaannya dijadwalkan berjalan dari bulan Juli sampai dengan September 2026.
Langkah strategis lainnya dari pemerintah adalah dengan menyelenggarakan program pemagangan berskala nasional untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja.
“Stimulus juga diberikan melalui fasilitas bea masuk 0% atas impor LPG bagi industri petrokimia dan impor bahan baku plastik, serta tarif khusus PPh final sebesar 1.5% bagi para penulis,” paparnya dalam laporan riset tersebut.
Untuk perdagangan hari ini, para pelaku pasar direkomendasikan untuk memperhatikan beberapa saham pilihan yang potensial dan layak untuk terus dipantau perkembangannya, yaitu saham:
WIFI
CPIN
CMRY
PGEO
DATA