IHSG Hari Ini Prediksi Tertekan tapi 3 Saham Ini Berpotensi Cuan
JAKARTA - Indeks harga saham gabungan diprediksi masih akan mengalami tekanan pada perdagangan Rabu. Sebelumnya pasar saham ditutup melemah 3,05 persen ke level 5.643,1 yang memperpanjang koreksi dengan penurunan mencapai 35,49 persen ytd serta aksi jual bersih asing yang menembus lebih dari Rp 88 triliun sepanjang Semester I-2026. Kondisi tertekan ini dipicu oleh adanya katalis dari global maupun domestik.
Pasar pada hari ini akan memperhatikan rilis S&P Global Manufacturing PMI Indonesia, data inflasi, serta neraca perdagangan yang menjadi indikator utama kesehatan ekonomi domestik.
Sementara dari faktor eksternal, perhatian pelaku pasar tertuju pada data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang berpotensi besar memengaruhi ekspektasi arah kebijakan suku bunga global.
Secara teknikal pergerakan indeks saham masih berada dalam tren melemah dan diperkirakan cenderung kembali tertekan dengan batas bawah 5.560 dan batas atas 5.735.
Selama pergerakan belum mampu kembali ke atas area batas atas tersebut, maka tekanan jual diperkirakan masih akan mendominasi perdagangan.
Di sisi lain, indeks di bursa Wall Street pada perdagangan kemarin ditutup menguat dengan Dow Jones Industrial Average naik 0,26 persen ke level 52.319,2.
Kemudian indeks S&P 500 juga menguat 0,79 persen ke posisi 7.499,3 dan indeks Nasdaq Composite tercatat naik 1,52 persen menjadi 26.213,7. Untuk aktivitas perdagangan hari ini, terdapat rekomendasi untuk saham HMSP, ARTO, dan CPIN.