NCKL Bagikan Dividen Rp 2,7 Triliun, Setara Yield 5,3 Persen Saham

AA
Aaina Salsa Bila

Editor: Nathasya Zallianty

Selasa, 30 Juni 2026
NCKL Bagikan Dividen Rp 2,7 Triliun, Setara Yield 5,3 Persen Saham
Ilustrasi Dividen, Sumber: pluang.

JAKARTA - PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel bersiap mengucurkan dividen senilai Rp 2,7 triliun dari laba bersih tahun buku 2025. Langkah ini telah mengantongi persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Selasa (30/6/2026). Nilai ini mencerminkan dividend payout ratio (DPR) sebesar 30 persen, yang mana setara dengan rasio pembagian pada tahun sebelumnya.

Alokasi tersebut setara dengan Rp 42,64 per lembar saham. Berdasarkan pergerakan harga saham NCKL yang berada di level Rp 800 per saham pada perdagangan intraday Selasa (30/6/2026), maka estimasi dividend yield yang didapatkan investor adalah sekitar 5,3 persen.

Meski demikian, kepastian mengenai batas akhir perdagangan saham dengan hak dividen (cum date) beserta jadwal pembayarannya masih belum dibagikan.

Emiten tambang nikel ini berkomitmen penuh dalam memperkokoh fundamental operasional, memacu efisiensi kerja, menjaga stabilitas pasokan, serta memaksimalkan rantai nilai nikel yang terintegrasi di tengah ketatnya persaingan industri global.

NCKL juga fokus merampungkan berbagai proyek strategis dan memaksimalkan fasilitas produksi yang ada, termasuk mendirikan pabrik kapur tohor demi mendukung efisiensi jangka panjang.

“Pada aspek keberlanjutan, perusahaan terus mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam proses bisnis melalui penerapan praktik pertambangan dan pengolahan yang bertanggung jawab, penguatan tata kelola dan manajemen risiko, serta komitmen terhadap transparansi dan perbaikan berkelanjutan,” ujarnya.

Langkah dekarbonisasi, pelestarian lingkungan, penguatan rantai pasok yang bersih, hingga perlindungan keanekaragaman hayati terus berjalan beriringan dengan program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Program pemberdayaan di sekitar area tambang tersebut mencakup sektor pendidikan, kesehatan, penguatan ekonomi warga lokal, serta pembangunan infrastruktur.

Ke depan, perusahaan bakal konsisten meningkatkan efisiensi kerja, memperkuat penerapan ESG, dan mengoptimalkan rantai bisnis nikel terintegrasi demi memberikan nilai tambah jangka panjang bagi seluruh investor dan pemangku kepentingan.

“Kami percaya fondasi yang kuat hari ini akan menjadi modal penting untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi Indonesia dan seluruh pemangku kepentingan,” ucapnya.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua