IHSG Anjlok 3,13 Persen di Awal Sesi ke Level 5.638,57

AA
Aaina Salsa Bila

Editor: Nathasya Zallianty

Selasa, 30 Juni 2026
IHSG Anjlok 3,13 Persen di Awal Sesi ke Level 5.638,57
Ilustrasi IHSG, Sumber: swa.co.

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 3,13% atau 182,22 poin ke 5.638,57 pada pukul 9.35 WIB, menjadi indeks saham dengan penurunan terdalam di kawasan emerging market Asia pada Selasa (30/6/2026).

Total transaksi di seluruh pasar mencapai Rp6,39 triliun hingga pukul 11.00 WIB, yang termasuk transaksi di pasar reguler Rp5,28 triliun dan di pasar negosiasi Rp1,13 triliun. Lebih dari 600 saham mencatat penurunan harga, sementara hanya 81 saham yang menguat dan sisanya stagnan.

Penurunan IHSG telah mencapai proyeksi awal yang disampaikan sebelumnya, di mana indeks cenderung bergerak sideways di rentang 5.700-5.900 pada perdagangan Selasa.

“IHSG sedang memasuki area krusial 5700. Jika terjadi intraday rebound namun tertahan di bawah 5.700, waspadai pelemahan lanjutan ke support critical area 5.340-5.500,” jelas Alrich, dalam catatan yang disampaikan kepada investor.

“Selama lower low masih konsisten terbentuk, belum terdapat indikasi rebound,” imbuhnya.

Sebelas indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga bergerak melemah, dengan pelemahan paling dalam pada sektor barang baku yang mencapai 4,22%. Sementara saham-saham bank dengan kapitalisasi pasar jumbo tetap mencatat nilai transaksi terbesar, dipimpin oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang mencapai Rp1,15 triliun. Namun harga saham emiten milik Grup Djarum dan Salim ini turun 3,80% ke level Rp5.700 per lembar.

Dari kawasan emerging market Asia Pasifik, indeks saham di kawasan ini bergerak campuran. TWSE Taiwan memimpin dengan kenaikan 3,16% dan KOSPI Korea Selatan 1,11%. Sementara PCOMP Filipina turun 1,47% dan Hang Seng turun 1,19%.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua