Nilai Tukar Rupiah Berpotensi Menguat ke Level 17.800 per Dolar AS

AA
Aaina Salsa Bila

Editor: Nathasya Zallianty

Selasa, 30 Juni 2026
Nilai Tukar Rupiah Berpotensi Menguat ke Level 17.800 per Dolar AS
Ilustrasi Rupiah dan Dolar AS, Sumber: balipost.

JAKARTA - Nilai tukar rupiah diproyeksikan masih akan menguat terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini, Selasa (30/6/2026). Sebelumnya, mata uang Garuda ditutup menguat 0,36% ke level Rp17.840 per dolar AS pada Senin (29/6/2026), sementara indeks dolar AS melemah 0,10% ke posisi 101,25.

Pergerakan mata uang di Asia terpantau bervariasi dengan rincian sebagai berikut: 

Yen Jepang melemah 0,05% 

Yuan China menguat 0,09% 

Dolar Singapura melemah 0,01% 

Won Korea Selatan melemah 0,49% 

Dolar Hong Kong melemah 0,02% 

Dolar Taiwan menguat 0,08% 

Baht Thailand menguat 0,20% 

Ringgit Malaysia menguat 0,51%

Terkait sentimen eksternal, kondisi dipengaruhi oleh peningkatan permusuhan antara AS dan Iran yang menimbulkan keraguan atas kesepakatan damai, meski kedua pihak berkomitmen melanjutkan pembicaraan di Qatar. Ketegangan di Selat Hormuz sempat memicu kekhawatiran terhadap pasokan minyak global.

Di sisi lain, pejabat Bank Sentral AS atau The Fed memberikan pernyataan yang cenderung hawkish. Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari memperkirakan adanya satu kenaikan suku bunga pada 2026, sementara Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee dan Presiden Fed New York John Williams menyoroti inflasi inti yang masih tetap tinggi.

Dari dalam negeri, pelaku pasar sedang menantikan data ekonomi awal Juli, yakni neraca perdagangan Indonesia serta tingkat inflasi. Data ini menjadi pertimbangan penting dalam membaca kondisi ekonomi nasional dan arah pergerakan mata uang selanjutnya.

Untuk perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah diperkirakan akan bergerak fluktuatif, namun tetap diproyeksi ditutup menguat pada rentang Rp17.800 sampai Rp17.860 per dolar AS.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua