IHSG Naik 0,15 Persen ke 5905 di Tengah Bursa Asia yang Bervariasi

MO
Moch Febrianto

Editor: Nathasya Zallianty

Senin, 29 Juni 2026
IHSG Naik 0,15 Persen ke 5905 di Tengah Bursa Asia yang Bervariasi
Ilustrasi ihsg (sumber foto: NET)

JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau bergerak fluktuatif pada awal sesi perdagangan saham di awal pekan ini. Pergerakan tersebut terjadi di saat bursa saham kawasan Asia Pasifik bergerak secara beragam serta kondisi sektor saham domestik yang bervariasi.

Berdasarkan data pasar financial, indeks saham utama ini dibuka mengalami kenaikan sebesar 0,61% ke level 5.932,02 pada menit-menit awal. Namun tidak lama berselang, pergerakan indeks berbalik arah hingga mengalami pelemahan tipis sebesar 0,18% ke posisi 5.885. Indeks LQ45 juga sempat merosot sebesar 0,60% ke level 580 seiring tertekannya sebagian besar indeks acuan.

Kondisi pasar yang dinamis membuat pergerakan indeks kembali berbalik arah ke zona hijau dengan kenaikan tipis sebesar 0,15% menuju level 5.905. Pada paruh awal perdagangan tersebut, nilai indeks menyentuh level tertinggi di angka 5.942,77 dan berada di titik terendah pada posisi 5.879,37.

Tercatat sebanyak 263 saham mengalami penurunan yang turut memberikan tekanan pada pergerakan indeks. Sementara itu, terdapat 205 saham yang bergerak menguat dan sebanyak 219 saham lainnya tidak mengalami perubahan posisi. Aktivitas transaksi di pasar modal membukukan total frekuensi sebanyak 109.160 kali dengan volume perdagangan mencapai 1,3 miliar lembar saham, serta nilai transaksi harian yang tercatat sebesar Rp 776,5 billion. Di sisi lain, nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah berada pada rentang kisaran 17.873.

Kondisi sektor saham memperlihatkan pergerakan yang bervariasi di mana sektor basic memimpin penguatan dengan kenaikan sebesar 1,17%. Sektor energi menyusul dengan penguatan sebesar 0,71%, kemudian sektor industri merangkak naik sebesar 0,22%. Sektor consumer siklikal terangkat sebesar 0,28%, sektor kesehatan mendaki sebesar 0,21%, serta sektor keuangan terapresiasi sebesar 0,46%. Selanjutnya, sektor properti tumbuh sebesar 0,12%, sektor teknologi naik sebesar 0,16%, dan sektor infrastruktur melonjak sebesar 0,53%.

Sebaliknya, koreksi tipis terjadi pada sektor consumer nonsiklikal yang mengalami penurunan sebesar 0,20% serta sektor transportasi yang terpangkas sebesar 0,37%. Untuk pergerakan saham individu, harga emiten ASII melemah sebesar 0,42% menuju level Rp 4.740 per lembar saham setelah sempat dibuka menguat 10 poin di posisi Rp 4.770. Saham ini bergerak pada rentang tertinggi Rp 4.770 dan terendah Rp 4.720, dengan total frekuensi transaksi sebanyak 745 kali serta volume sebesar 25.449 saham bernilai Rp 12,1 miliar.

Mengenai proyeksi pasar modal, posisi indeks diperkirakan masih berada pada bagian dari wave (b) dari wave [iv]. “Kami perkirakan, IHSG rawan melanjutkan koreksinya untuk menguji rentang area 5.723-5.784. Adapun penguatan IHSG dalam jangka pendek kami perkirakan untuk menguji 5.912-5.937,” kata dia dalam catatannya.

Melalui analisis tersebut, pergerakan indeks diperkirakan akan berada pada level support 5.784, 5.594 dan tingkat resistance di posisi 6.286, 6.459 pada pembukaan pekan ini. Di sudut pandang lain, pasar dinilai berpotensi bergerak secara sideways pada rentang area 5.850-6.000 dengan proyeksi support di level 5.750-5.850 serta resistance pada rentang 6.000-6.100.

Pilihan saham yang direkomendasikan untuk aktivitas perdagangan hari ini meliputi emiten PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), serta PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM).

Berikut adalah rincian rekomendasi teknikal dari pasar modal:

PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) - Trading Buy Saham BULL tercatat terkoreksi sebesar 4,89% menuju level 350 dengan adanya tekanan jual yang membuat posisinya menembus cluster MA20 dan MA200. “Saat ini, posisi BULL diperkirakan sedang berada di akhir wave (A) dari wave [B],” ujar Herditya.

Trading Buy: 324-336

Target Price: 364, 378

Stoploss: below 316

PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) - Buy on Weakness Emiten saham CUAN terpantau mengalami koreksi sebesar 9,60% menuju angka 565 yang disertai dengan kemunculan tekanan jual di pasar. “Kami memperkirakan, posisi CUAN saat ini berada pada bagian dari wave B dari wave (A),” kata dia.

Buy on Weakness: 520-550

Target Price: 720, 830

Stoploss: below 482

PT Jasa Marga Tbk (JSMR) - Buy on Weakness Koreksi juga terjadi pada saham JSMR sebesar 6,96% menuju level 2.940 seiring munculnya tekanan jual yang menempatkan posisinya kembali di bawah MA60. Penilaian teknikal memperkirakan bahwa posisi emiten JSMR saat ini tengah membentuk pola wave (2) dari wave [A].

Buy on Weakness: 2.770-2.930

Target Price: 3.170, 3.410

Stoploss: below 2.770

PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) - Sell on Strength Saham WIIM melemah tipis sebesar 1,49% ke tingkat harga 1.655 akibat adanya tekanan jual di pasar modal. Analisis teknikal memperkirakan posisi WIIM saat ini berada di akhir wave A dari wave (B), sehingga potensi penguatannya dinilai akan cukup terbatas serta memiliki risiko terkoreksi membentuk wave B. “Adapun area koreksi yang dapat kami perkirakan berada pada rentang 1.520-1.575,” kata dia.

Sell on Strength: 1.725-1.755

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua