Update Harga Emas Antam Hari Ini 29 Juni 2026 Alami Penurunan
JAKARTA - Harga jual emas Logam Mulia keluaran PT Aneka Tambang (Persero) Tbk tercatat mengalami penurunan pada sesi perdagangan Senin (29/6/2026). Komoditas emas batangan Antam tersebut kini dihargai Rp2.645.000 per gram, turun Rp15.000 dibandingkan hari sebelumnya.
Sementara itu, harga pembelian kembali atau buyback ditetapkan pada angka Rp2.360.000, yang berarti mengalami koreksi sebesar Rp18.000 dari posisi perdagangan kemarin.
Berikut adalah rincian harga emas batangan Logam Mulia Antam untuk hari ini:
Berat 0,5 gr: Harga Jual Rp1.372.500 | Harga (+PPh 0,25%) Rp1.375.931
Berat 1 gr: Harga Jual Rp2.645.000 | Harga (+PPh 0,25%) Rp2.651.613
Berat 2 gr: Harga Jual Rp5.230.000 | Harga (+PPh 0,25%) Rp2.243.075
Berat 3 gr: Harga Jual Rp7.820.000 | Harga (+PPh 0,25%) Rp7.839.550
Berat 5 gr: Harga Jual Rp13.000.000 | Harga (+PPh 0,25%) Rp13.032.500
Berat 10 gr: Harga Jual Rp25.945.000 | Harga (+PPh 0,25%) Rp26.009.863
Berat 25 gr: Harga Jual Rp64.737.000 | Harga (+PPh 0,25%) Rp64.898.843
Berat 50 gr: Harga Jual Rp129.395.000 | Harga (+PPh 0,25%) Rp129.718.488
Berat 100 gr: Harga Jual Rp258.712.000 | Harga (+PPh 0,25%) Rp259.358.780
Berat 250 gr: Harga Jual Rp646.515.000 | Harga (+PPh 0,25%) Rp648.131.288
Berat 500 gr: Harga Jual Rp1.292.820.000 | Harga (+PPh 0,25%) Rp1.296.052.050
Berat 1000 gr: Harga Jual Rp2.585.600.000 | Harga (+PPh 0,25%) Rp2.592.064.000
Di sisi lain, pergerakan harga emas di pasar internasional juga mengalami pelemahan. Pada pukul 08:19 WIB, nilai emas dunia di pasar spot bergerak turun sebesar 0,71 persen dari posisi penutupan akhir pekan lalu ke level US$ 4.058,1 per troy ons.
Penguatan nilai tukar mata uang dolar Amerika Serikat menjadi faktor utama yang menekan pergerakan harga emas. Sebagai aset yang dinilai dalam dolar, apresiasi mata uang tersebut membuat komoditas ini lebih mahal bagi investor yang bertransaksi menggunakan mata uang lain, sehingga mengurangi daya tarik emas.
Pekan lalu, Dollar Index yang menjadi acuan pergerakan greenback terhadap enam mata uang utama dunia mencatatkan kenaikan sebesar 0,51 persen. Penguatan ini didorong oleh kebijakan bank sentral Federal Reserve yang cenderung ketat.
Dalam pertemuan kebijakan bulan ini, pejabat terkait menegaskan komitmen lembaga untuk menjaga stabilitas harga dan membawa inflasi kembali ke sasaran 2 persen. Proyeksi dot plot terbaru menunjukkan kemungkinan peningkatan suku bunga acuan sebanyak satu atau dua kali pada tahun ini.
“Saat situasi pasar sedang dalam tekanan, investor kerap kali menjual apa yang bisa dijual, bukan apa yang mereka mau jual. Emas sudah menjadi pemenang dalam setahun terakhir, sehingga bisa menjadi sumber dana ketika dibutuhkan,” kata Charu Chanana, Chief Investment Strategist di Saxo Markets.