IHSG Konsolidatif, Saham BBCA BMRI BBRI Bisa Dilirik
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 102,90 poin atau minus 1,72 persen ke level 5.896 pada Jumat, 26 Juni 2026. Sepanjang pekan lalu, indeks turun 4,55 persen akibat tekanan jual investor asing senilai Rp3,4 triliun. Kapitalisasi pasar bursa juga terkoreksi 4,51 persen menjadi Rp10.302 triliun, dengan rata-rata volume transaksi harian turun 26,01 persen.
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, memprediksi IHSG bergerak secara konsolidatif dengan kecenderungan menguat terbatas pada pekan terakhir Juni. Indeks diperkirakan berada di kisaran support 5.772 dan resistance 6.040. Menurutnya, sentimen global seperti konflik Timur Tengah dan kebijakan pemerintah menempatkan dana Rp400 triliun di bank BUMN akan memengaruhi pergerakan pasar.
Oktavianus merekomendasikan beberapa saham:
- BBCA ditutup menguat 2,49 persen ke posisi 6.175 dan diproyeksi bisa mencapai 6.600.
- BMRI ditutup di 3.990 dan diperkirakan naik ke 4.230.
- BBRI ditutup di 2.870 dan diproyeksi menuju 3.050.
Sementara itu, Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai IHSG masih berpotensi melanjutkan koreksi dengan level support 5.736 dan resistance 6.112. Ia menyebut sentimen global, terutama kebijakan moneter AS, akan menjadi perhatian utama.
Herditya merekomendasikan saham lain:
- BULL ditutup di 350 dan diproyeksi naik ke 378.
- JSMR ditutup di 2.940 dan diperkirakan bisa mencapai 3.410.
- WIIM ditutup di 1.655 dan diproyeksi menuju 1.755.
Catatan redaksi: berita ini tidak dimaksudkan sebagai rekomendasi investasi, keputusan pembelian saham sepenuhnya berada di tangan pembaca.