Simak Analisis IHSG Hari Ini dan Rekomendasi Saham untuk Trading
JAKARTA - Indeks saham Wall Street mayoritas ditutup melemah pada perdagangan Jumat (26/6/2026). Nasdaq Composite turun 0,24%, S&P 500 terkoreksi 0,05%, dan Dow Jones Industrial Average berkurang 0,09%.
Tekanan utama dipicu oleh penurunan saham sektor chip setelah adanya laporan penundaan IPO OpenAI, serta tingginya volatilitas saham berbasis AI. Saham Micron Technology anjlok lebih dari 6%, Advanced Micro Devices (AMD) turun sekitar 2%, dan Intel melemah lebih dari 3%.
Sementara itu, sektor teknologi di S&P 500 mencatatkan penurunan sekitar 1%. Sebaliknya, saham sektor kesehatan menunjukkan penguatan, seperti Eli Lilly yang melonjak 7%, Johnson & Johnson naik hampir 4%, dan AbbVie menguat lebih dari 4%.
Sektor konsumer, keuangan, dan utilitas juga mencatatkan kenaikan. Meski data kepercayaan konsumen AS membaik, pasar masih dibayangi pernyataan Presiden The Fed Minneapolis yang memperkirakan potensi kenaikan suku bunga akibat tekanan inflasi dari konflik Timur Tengah.
Di kawasan Asia, mayoritas bursa saham mengalami tekanan pada perdagangan Jumat (26/6/2026) setelah saham chip big-cap melepas sebagian keuntungannya. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 4,15%, Topix 1,32%, Hang Seng Hong Kong 1,76%, Taiex Taiwan 3,64%, dan Kospi Korea Selatan 5,81%.
Berbeda tren, ASX 200 Australia naik 0,18% dan FTSE Malaysia menguat 0,24%. Pergerakan ini mencerminkan tingginya volatilitas di sektor teknologi dan kekhawatiran investor terhadap ekspektasi harga saham teknologi raksasa.
Adapun IHSG pada penutupan perdagangan pekan lalu (26/6/2026) tercatat turun 1,72% dengan net sell asing sebesar Rp302 Miliar. Saham yang paling banyak dilepas oleh asing meliputi BMRI, EMAS, ASII, BRPT, dan TLKM.
Menyikapi beragam kondisi tersebut, IHSG berpotensi sideways di area 5850-6000. Diperkirakan Support IHSG: 5750-5850 dan Resist IHSG: 6000-6100.
Berikut adalah sejumlah saham yang bisa menjadi pilihan trading hari ini:
HRTA Buy on Weakness dengan area beli di 1700-1740, cutloss di bawah 1690. Target dekat di 1820-1900.
BUMI Spec Buy dengan area beli di 140-141, cutloss di bawah 136. Target dekat di 145-150.
BIPI Buy on Weakness dengan area beli di 120-126, cutloss di bawah 115. Target dekat di 130-140.
BNBR Spec Buy dengan area beli di 90-93, cutloss di bawah 86. Target dekat di 100-106.
INDY Buy on Weakness dengan area beli di 1800-1845, cutloss di bawah 1790. Target dekat di 1885-1940.
SCMA Spec Buy dengan area beli di 202-206, cutloss di bawah 200. Target dekat di 210-218.