Analisis Saham Pilihan ASII ADMR serta EXCL Hari Ini 29 Juni 2026

MO
Moch Febrianto

Editor: Nathasya Zallianty

Senin, 29 Juni 2026
Analisis Saham Pilihan ASII ADMR serta EXCL Hari Ini 29 Juni 2026
Ilustrasi ihsg (sumber foto: NET)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan 26 Juni 2026 ditutup melemah minus 1,72 persen atau plus 102 poin ke level 5.896. Pergerakan ini kembali mengalami koreksi secara mingguan sebesar minus 4,55 persen, setelah sempat berbalik menguat dalam dua pekan terakhir. Aliran modal keluar oleh investor asing di pasar reguler tercatat mencapai Rp3,2 triliun. Penurunan didorong oleh sektor konglomerasi dan saham-saham unggulan, dengan indeks IDX30 merosot minus 3,9 persen.

Dari sisi emiten, PT Persada Sokka Tama (PST) dan PT Ultra Mandiri Telekomunikasi (UMT) berencana melakukan penggabungan usaha atau merger ke dalam PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL). Mengingat PST dan UMT merupakan anak usaha yang dimiliki penuh 100 persen oleh MTEL, aksi korporasi ini tidak akan mengakibatkan pengurangan porsi kepemilikan saham bagi pemegang saham publik. Langkah penyatuan ini dilakukan demi merampingkan struktur kelompok usaha sekaligus menaikkan efisiensi dalam operasional.

Di waktu yang bersamaan, pasar pada pekan ini tengah memperhatikan publikasi data inflasi, menyusul kebijakan pemerintah yang menaikkan harga bahan bakar minyak non-subsidi jenis Pertamax pada 10 Juni 2026. Dari pasar global, sektor teknologi dengan kapitalisasi besar sempat mendapatkan tekanan aksi jual dari para pelaku pasar pada pekan lalu. Kondisi tersebut dipicu oleh kekhawatiran terkait nilai valuasi serta prospek keuntungan masa depan yang berhubungan dengan kecerdasan buatan (AI).

Sentimen negatif global ikut bertambah setelah saham SpaceX tertekan aksi ambil untung pasca melakukan penawaran umum perdana, dengan penurunan minus 13 persen secara mingguan hingga tanggal 26 Juni. Sementara itu, konflik fisik berupa aksi saling serang masih terus terjadi di lapangan walaupun kesepakatan nota kesepahaman gencatan senjata selama 60 hari sudah ditandatangani. Amerika Serikat dan Iran kini dijadwalkan kembali melakukan pertemuan dalam dialog perdamaian di Qatar pada 30 Juni 2026.

Pada pekan ini pelaku pasar juga mengamati rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang menjadi indikator tingkat inflasi. Untuk pergerakan hari ini, laju IHSG diperkirakan bergerak fluktuatif secara bervariasi pada kisaran rentang level 5.730 hingga 5.900. Berkaitan dengan kondisi tersebut, terdapat beberapa pilihan instrumen yang dapat dicermati oleh para pelaku pasar pada perdagangan saham hari ini.

Daftar Pilihan Saham Hari Ini, 29 Juni 2026:

ASII (Accum Buy) Closing Price: 4.760 Target Price: 4.940 Stop Loss: 4.600

Pergerakan saham ASII terpantau sedang bergerak mendatar di area garis pertahanan bawah. Indikator MACD bar histogram memperlihatkan sinyal positif yang berada dalam momentum pengumpulan atau akumulasi. Aksi korporasi berupa pembelian kembali saham juga dilakukan oleh manajemen dengan total nilai transaksi mencapai Rp 15,48 miliaryar.

Djap Tet Fa (Direksi) melakukan akumulasi sebanyak 3 juta lembar saham dengan harga rata-rata tertimbang Rp4.842 per saham, sehingga total nilai pembelian mencapai Rp14,52 miliaryar sepanjang periode 17 hingga 22 Juni 2026. Di saat yang sama, Prijono Sugiarto (komisaris) ikut membeli sejumlah 200 ribu lembar saham dengan nilai total sebesar Rp957 juta pada harga rata-rata tertimbang Rp4.787 per saham. Eksekusi transaksi ini dilaksanakan pada 19 Juni 2026. Langkah pembelian oleh pihak manajemen tersebut dilakukan di atas harga penutupan pasar saham ASII per 23 Juni 2026 yang berada di posisi Rp 4.680 per saham.

ADMR (Trading Buy) Closing Price: 1.365 Target Price: 1.415 Stop Loss: 1.290

Posisi saham ADMR saat ini tengah berada di area pertahanan bawah dan memiliki peluang untuk berbalik arah menguat dalam jangka waktu pendek. Potensi pembalikan arah tersebut ditunjang oleh posisi indikator stochastic yang kini sudah berada di area jenuh jual, sehingga memberikan ruang bagi pergerakan harga untuk menguat kembali sekiranya tekanan jual dari pasar mulai berkurang.

EXCL (Accum Buy) Closing Price: 2.480 Target Price: 2.560 Stop Loss: 2.400

Saham EXCL terpantau sedang berada dalam tren pergerakan menyamping untuk jangka pendek. Kondisi indikator stochastic menunjukkan adanya persilangan di area batas bawah, yang dibarengi dengan pelemahan secara terbatas pada posisi MACD bar histogram.

Bila dihitung sejak awal tahun, pemodal asing tercatat terus mengumpulkan saham EXCL dengan nilai akumulasi mencapai Rp511 miliaryar hingga data 26 Juni. Aksi pengumpulan saham secara masif oleh investor asing ini bergerak bertolak belakang dengan kondisi aliran modal keluar yang terjadi di pasar reguler domestik dengan nilai mencapai Rp86 triliun pada periode yang sama.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua