Nilai Buyback Emas Antam Anjlok Tajam Menjadi Rp2,320 Juta per Gram
JAKARTA - Nilai jual emas batangan produksi Antam terpantau tidak bergerak di angka Rp2.655.000 per gram pada sesi perdagangan Jumat, 26 Juni 2026. Berdasarkan data resmi dari Logam Mulia, grafik harga jual untuk komoditas investasi ini belum memperlihatkan perubahan nilai sejak penutupan pasar di hari sebelumnya.
Hal yang bertolak belakang justru melanda harga buyback atau beli kembali oleh Logam Mulia Antam yang merosot sangat tajam. Nilai buyback tersebut turun sebesar Rp52.000 per gram, sehingga menempatkan posisinya sekarang di angka Rp2.320.000 per gram dari yang sebelumnya sempat menyentuh Rp2.372.000 per gram.
Kabar mengenai harga komoditas serta nilai investasi ini dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti situasi pasar di tingkat domestik maupun internasional. Selalu perhatikan perkembangan harga resmi secara rutin sebelum Anda melakukan transaksi.
Kondisi harga jual emas Antam yang tidak bergerak hari ini mengonfirmasi adanya fase konsolidasi yang tengah berlangsung di pasar komoditas dalam negeri sesudah sempat berfluktuasi. Selisih angka yang semakin lebar antara harga jual dan harga beli kembali ini secara langsung memperluas jarak margin keuntungan bagi para penanam modal.
Berikut merupakan rincian lengkap harga emas batangan Antam untuk tiap unit pecahan yang tersedia di butik resmi Logam Mulia:
Ukuran Pecahan dan Harga Jual (Rupiah)
0,5 gram: –
1 gram: 2.655.000
2 gram: –
5 gram: –
10 gram: –
25 gram: –
50 gram: –
100 gram: –
Melihat pada rincian di atas, para pelaku pasar yang berniat mencairkan aset investasi emas mereka dalam periode jangka pendek wajib memperhitungkan penyusutan nilai menyusul anjloknya harga buyback di pasar domestik tersebut.
Kemerosotan harga emas di dalam negeri saat ini tampak sangat dalam apabila dikomparasikan dengan kinerja investasi pada bulan-bulan sebelumnya. Pada 26 Mei 2026 yang lalu, harga jual emas batangan Antam masih berada di angka Rp2.798.000 per gram dengan nilai buyback yang jauh lebih tinggi di level Rp2.607.000 per gram.
Jika melihat jangkauan waktu yang lebih panjang, posisi harga emas saat ini telah mengalami koreksi yang sangat masif dari titik tertingginya. Emas batangan Antam tercatat pernah menembus rekor sepanjang masa yang sangat tinggi yaitu Rp3.168.000 per gram pada 29 Januari 2026 sebelum pada akhirnya masuk dalam tren penurunan berkepanjangan.
Situasi tanpa pergerakan di pasar domestik ini berjalan beriringan dengan tekanan besar yang tengah menimpa pasar spot global. Berdasarkan pembaruan data perdagangan internasional paling akhir, harga emas spot dunia berada di level US$3.979,16 per ons troi.
Nominal tersebut menunjukkan adanya penurunan nilai pada instrumen aset aman ini sebesar 5,22% dalam jangka waktu satu minggu ke belakang. Sementara dalam kurun waktu satu bulan terakhir, harga emas spot bahkan sudah merosot sampai 11,53% dari posisi sebelumnya.
Senada dengan kondisi di pasar domestik, harga emas spot internasional pun bergerak merosot setelah sempat berada di titik tertinggi dalam sejarah pada level US$5.500 per ons troi di akhir Januari 2026 yang lalu.
Aspek utama yang memberatkan performa harga komoditas emas di tingkat global ialah semakin kuatnya situasi ekonomi makro di Amerika Serikat. Berdasarkan laporan data keuangan komoditas paling baru, Indeks Dolar AS (DXY) bergerak naik dan menguat menuju kisaran level 101,5.
Bukan hanya karena faktor keperkasaan mata uang dolar, pasar keuangan saat ini pun dipengaruhi oleh dugaan arah kebijakan moneter ketat ke depannya. Berkembang spekulasi kuat di kalangan pelaku pasar dunia bahwa bank sentral Federal Reserve memiliki peluang untuk mengerek suku bunga acuan sebanyak dua kali lagi di sisa tahun ini.
Menguatnya indeks dolar yang disertai potensi kenaikan suku bunga global secara otomatis memangkas daya pikat emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil berkala. Kondisi makro inilah yang memicu para investor global untuk beralih menyimpan mata uang dolar dan menekan tingkat harga emas batangan di pasar domestik.