IHSG Tertekan, MNC Sekuritas Prediksi Rebound ke 6.782
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih menghadapi tekanan jangka pendek setelah ditutup melemah 3,56 persen ke level 5.883 pada perdagangan Rabu, 24 Juni 2026. Meski demikian, peluang pemulihan tetap ada apabila fase koreksi berakhir.
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai pelemahan IHSG sudah mencapai target koreksi yang sebelumnya diproyeksikan. Secara teknikal, pergerakan indeks kini berada di bawah MA20 dan masih dalam fase koreksi.
“IHSG masih melanjutkan koreksinya sebesar 3,56 persen ke 5.883 disertai dengan munculnya tekanan jual, pergerakannya pun sudah berada di bawah MA20 dan telah mencapai target koreksi yang kami sampaikan,” ujar Herditya dalam riset Kamis, 25 Juni 2026.
Menurut Herditya, posisi IHSG saat ini diperkirakan masih berada pada bagian dari wave (b) dalam wave [iv]. Dengan struktur tersebut, indeks dinilai masih berpotensi melanjutkan pelemahannya sebelum kembali mencoba bangkit.
“Kami perkirakan, IHSG rawan melanjutkan koreksinya untuk menguji rentang area 5.723 hingga 5.847. Selanjutnya masih terdapat peluang IHSG menguat ke rentang 6.548 hingga 6.782,” katanya.
MNC Sekuritas memproyeksikan level support IHSG berada di area 5.784 dan 5.594, sementara resistance diperkirakan di kisaran 6.286 hingga 6.459.
Rekomendasi Saham Di tengah tekanan pasar, sejumlah saham mulai menarik untuk dicermati:
BREN – Saham Barito Renewables Energy terkoreksi 1,08 persen ke 3.650. Diperkirakan berada pada wave (B) dari wave (A).
INCO – Saham Vale Indonesia turun 7,46 persen ke 4.590, bergerak di bawah MA20. Posisi teknikal diperkirakan berada pada wave [b] dari wave B.
MBMA – Saham Merdeka Battery Materials melemah 8,04 persen ke 492. Diperkirakan berada pada wave 2 dari wave (1) dari wave [C].
BNBR – Saham Bakrie & Brothers terkoreksi 8,26 persen ke 100, menembus MA20 dan MA200. Diperkirakan berada di awal wave 5 dari wave (C), dengan potensi koreksi lanjutan.