Update Terbaru Rincian Harga Emas Antam Serta UBS Pada Juni 2026

MO
Moch Febrianto

Editor: Nathasya Zallianty

Kamis, 25 Juni 2026
Update Terbaru Rincian Harga Emas Antam Serta UBS Pada Juni 2026
Ilustrasi emas antam (sumber foto: NET)

JAKARTA - Harga emas internasional mengalami penurunan pada sesi perdagangan Selasa, 24 Juni 2026. Kondisi ini dipicu oleh meningkatnya nilai mata uang dolar AS serta penyesuaian prediksi pasar terkait langkah moneter bank sentral Amerika Serikat. Walau demikian, nilai logam mulia secara umum terpantau masih sanggup bertahan pada posisi yang tinggi dalam proyeksi jangka panjang.

Nilai spot emas dunia bertengger pada angka US$4.101,81 per ounce, atau mengalami penyusutan sebesar US$87,24 jika dibandingkan dengan posisi penutupan pada hari sebelumnya. Sementara itu, jika dikonversikan ke dalam mata uang lokal, nilai logam mulia global berada di angka Rp2.365.256 per gram, yang berarti melemah sebesar Rp41.668 dari hari lalu.

Bagi masyarakat yang mencari opsi investasi fisik selain Antam, emas batangan resmi yang diproduksi oleh PT Untung Bersama Sejahtera dapat menjadi pilihan. Berikut merupakan rincian nilai jual serta nilai beli kembali untuk logam mulia UBS saat ini:

Berat 0,1 gram: Harga Jual Rp347.000, Harga Beli Kembali Rp240.000

Berat 0,25 gram: Harga Jual Rp788.000, Harga Beli Kembali Rp600.000

Berat 0,5 gram: Harga Jual Rp1.405.000, Harga Beli Kembali Rp1.200.000

Berat 1 gram: Harga Jual Rp2.556.000, Harga Beli Kembali Rp2.400.000

Berat 2 gram: Harga Jual Rp5.042.000, Harga Beli Kembali Rp4.800.000

Berat 3 gram: Harga Jual Rp7.553.000, Harga Beli Kembali Rp7.200.000

Berat 5 gram: Harga Jual Rp12.394.000, Harga Beli Kembali Rp12.000.000

Berat 10 gram: Harga Jual Rp24.586.000, Harga Beli Kembali Rp24.000.000

Berat 25 gram: Harga Jual Rp61.326.000, Harga Beli Kembali Rp60.000.000

Berat 50 gram: Harga Jual Rp122.181.000, Harga Beli Kembali Rp120.000.000

Berat 100 gram: Harga Jual Rp244.200.000, Harga Beli Kembali Rp240.000.000

Perlu dipahami bahwa nominal UBS di atas adalah nilai yang berlaku pada tingkat distributor. Nominal beli kembali mencerminkan jumlah dana yang diperoleh investor apabila menjual kembali logam mulia tersebut ke agen resmi. Selisih antara nilai jual dan nilai beli kembali untuk produk UBS ini berkisar antara 6 persen sampai 7 persen untuk ukuran-ukuran kecil.

Di sisi lain, produk emas fisik dari PT Aneka Tambang tetap menjadi komoditas yang paling diminati di tanah air. Nominal produk Antam biasanya relatif lebih tinggi daripada UBS karena faktor kekuatan merek serta sertifikasi internasional yang dimilikinya. Berdasarkan pergerakan terkini, estimasi nilai untuk logam mulia Antam berada pada rentang berikut:

Berat 0,5 gram: Perkiraan Harga Rp1.550.000 - Rp1.580.000

Berat 1 gram: Perkiraan Harga Rp2.680.000 - Rp2.720.000

Berat 2 gram: Perkiraan Harga Rp5.300.000 - Rp5.360.000

Berat 3 gram: Perkiraan Harga Rp7.920.000 - Rp7.980.000

Berat 5 gram: Perkiraan Harga Rp13.150.000 - Rp13.250.000

Berat 10 gram: Perkiraan Harga Rp26.150.000 - Rp26.350.000

Berat 25 gram: Perkiraan Harga Rp65.100.000 - Rp65.500.000

Berat 50 gram: Perkiraan Harga Rp129.900.000 - Rp130.500.000

Berat 100 gram: Perkiraan Harga Rp259.300.000 - Rp260.500.000

Informasi penting bahwa angka di atas adalah sebuah kalkulasi perkiraan yang dipengaruhi oleh pergerakan pasar global serta nilai tukar mata uang dalam negeri. Nilai resmi yang dikeluarkan dapat bervariasi bergantung pada regulasi internal korporasi dan tempat bertransaksi. Guna mendapatkan kepastian angka, masyarakat disarankan memantau langsung situs resmi atau mendatangi gerai terdekat.

Terdapat beberapa faktor krusial yang melandasi terjadinya penurunan nilai logam mulia pada hari ini. Pertama adalah penguatan indeks dolar AS sebesar 0,3 persen menyusul pernyataan bernada ketat dari otoritas bank sentral. Faktor kedua yaitu kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun yang membuat instrumen pendapatan tetap menjadi lebih memikat ketimbang logam mulia yang tidak menghasilkan imbal hasil langsung.

Penyebab berikutnya adalah adanya aksi ambil untung dalam jangka pendek oleh para pelaku pasar modal setelah komoditas ini melewati fase kenaikan yang cukup panjang. Terakhir, kondisi mata uang dalam negeri yang bergerak stabil pada posisi Rp17.872 per dolar AS turut meredam lonjakan nilai logam mulia dalam konversi mata uang lokal.

Walaupun sempat mengalami penurunan hari ini, proyeksi pergerakan nilai logam mulia sepanjang tahun 2026 dinilai tetap berada di jalur positif. Sejak awal tahun, nilai komoditas ini di pasar internasional sudah melesat di atas 20 persen yang disokong oleh tensi politik dunia yang belum mereda, aksi borong oleh sejumlah bank sentral negara besar, proyeksi pelonggaran suku bunga pada paruh kedua tahun ini, serta tingkat inflasi dunia yang masih tinggi.

Bagi penanam modal yang berniat untuk bertransaksi ataupun yang telah mengoleksi komoditas ini, momentum penurunan dapat dimanfaatkan sebagai kesempatan baik guna menambah portofolio dengan biaya yang lebih efisien. Pembelian secara konsisten setiap bulan juga direkomendasikan demi memperoleh nilai rata-rata yang paling ideal.

Selanjutnya, pilihlah varian komoditas yang paling sesuai dengan kebutuhan. Untuk tujuan investasi murni, bentuk batangan dari Antam atau UBS adalah opsi terbaik, sedangkan untuk nominal yang kecil, versi elektronik bisa dilirik karena memiliki selisih harga jual-beli yang lebih minim. Pastikan juga penyimpanan fisik dilakukan di tempat yang aman, atau jika memilih versi elektronik, pilihlah penyelenggara yang sudah mengantongi izin dari otoritas keuangan. Langkah investasi ini akan memberikan hasil paling maksimal apabila diterapkan dalam proyeksi waktu jangka panjang antara 5 hingga 10 tahun.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua