IHSG Berpotensi Lanjutkan Penguatan ke Rentang 6.476-6.577

AA
Aaina Salsa Bila

Editor: Nathasya Zallianty

Senin, 22 Juni 2026
IHSG Berpotensi Lanjutkan Penguatan ke Rentang 6.476-6.577
Ilustrasi IHSG, Sumber: kabarbursa.

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan diproyeksikan masih memiliki ruang untuk melanjutkan tren penguatan pada perdagangan pekan depan. Secara teknikal, pergerakan indeks saham domestik dinilai tetap berada dalam koridor aman guna menguji level resisten yang lebih tinggi.

Seorang analis pasar menyatakan bahwa indikator tren pergerakan pasar saat ini masih menunjukkan sinyal yang cukup solid. "Mencermati kondisi IHSG dari sisi teknikal, saat ini masih mampu berada di atas MA20-nya dengan MACD yang masih cenderung menguat," ungkapnya, Minggu (21/6/2026).

Diperkirakan masih terdapat peluang bagi IHSG untuk menguat guna menguji rentang area 6.476-6.577. Laju indeks ini disokong oleh kombinasi rilis data global serta pelonggaran tensi geopolitik internasional.

Keputusan MSCI yang tetap mempertahankan posisi Indonesia di kelompok pasar negara berkembang memberikan kelegaan bagi pelaku pasar. Selain itu, kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran turut meredam gejolak bursa karena berdampak pada melandainya harga minyak mentah dunia.

"Dari sisi sentimen, beberapa waktu lalu MSCI sudah mengeluarkan pengumuman awal bahwa Indonesia masih berada di EM dengan beberapa catatan yang perlu dicermati ditambah dengan adanya perjanjian perdamaian AS-Iran sehingga membuat harga minyak dunia cenderung turun masih menjadi sentimen positif bagi IHSG," ujarnya.

Meskipun mendapat sentimen positif, pelaku pasar diingatkan untuk tetap waspada mengingat pasar saham dalam negeri belum sepenuhnya bersih dari tekanan aksi lepas portofolio. Outflow masih membayangi IHSG.

Bursa Efek Indonesia mencatat selama periode 15-19 Juni 2026, indikator perdagangan bergerak bervariasi dengan kenaikan pada IHSG. Indeks saham domestik menembus level psikologis baru setelah mencatatkan reli positif selama lima hari perdagangan.

Performa IHSG mencatatkan kenaikan sebesar 2,82 persen ke level 6.177,139 dari posisi 6.007,656 pada pekan sebelumnya. Hal ini mendongkrak kapitalisasi pasar sebesar 2,51 persen menjadi Rp10.788 triliun dari Rp10.524 triliun.

Namun, intensitas perdagangan justru menunjukkan penyusutan dengan rincian sebagai berikut:

Rata-rata nilai transaksi harian melorot 1,02 persen menjadi Rp24,81 triliun dari Rp25,06 triliun.

Rata-rata volume transaksi harian merosot 5,83 persen menjadi 34,03 miliar saham dari 36,14 miliar saham.

Rata-rata frekuensi transaksi mingguan terpangkas 10,33 persen menjadi 2,25 juta kali transaksi dari 2,51 juta kali transaksi.

Kekhawatiran analis mengenai bayang-bayang outflow terkonfirmasi dari pergerakan dana investor internasional yang agresif melakukan aksi jual. Investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp3,19 triliun pada Jumat dan total nilai jual bersih sepanjang 2026 mencapai Rp68,25 triliun.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua