IHSG Naik 3,76 Persen Sepekan Ditutup 6.177 Investor Pantau MSCI

DI
Diaz Muhammad Hanif

Editor: Nathasya Zallianty

Minggu, 21 Juni 2026
IHSG Naik 3,76 Persen Sepekan Ditutup 6.177 Investor Pantau MSCI
Ilustrasi IHSG (sumber foto: NET)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan sepekan dengan penguatan 3,76 persen atau bertambah 223,82 poin hingga berada di level 6.177,14 pada Jumat, 19 Juni 2026. Meski demikian, pada perdagangan harian Jumat, pergerakan indeks relatif terbatas dengan kenaikan tipis 0,08 persen setelah bergerak sideways sepanjang sesi.

“IHSG bergerak konsolidasi dan respon investor terhadap laporan MSCI 2026 Global Market Accessibility Review cukup positif,” ujarnya. Laporan MSCI tersebut menempatkan Indonesia dalam kategori emerging market, namun tetap memberikan sejumlah catatan penting terkait pasar modal domestik.

Isu yang menjadi perhatian meliputi transparansi kepemilikan saham, indikasi perdagangan terkoordinasi yang berpotensi mengganggu pembentukan harga wajar, serta keterbatasan informasi berbahasa Inggris bagi investor asing. 

Fokus pelaku pasar kini tertuju pada pengumuman MSCI Annual Market Classification Review yang dijadwalkan pada 24 Juni 2026. Hasil evaluasi tersebut dinilai dapat memengaruhi sentimen investor terhadap pasar saham Indonesia.

Selain sentimen MSCI, tekanan eksternal datang dari pelemahan rupiah yang menyentuh Rp17.804 per dolar AS. Pelemahan ini terjadi seiring penguatan dolar AS yang didorong oleh ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve tahun ini.

“Sektor infrastruktur menjadi yang paling menguat, sementara sektor properti dan real estate mengalami tekanan,” jelasnya. Aktivitas perdagangan saham juga terbilang tinggi dengan nilai transaksi harian mencapai Rp24,65 triliun.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar menopang penguatan IHSG, antara lain BBCA, MDKA, WIFI, AKRA, dan UNVR. Sebaliknya, tekanan terhadap indeks berasal dari TLKM, TOWR, ADMR, AMMN, dan BRPT.

Untuk perdagangan awal pekan depan, IHSG diperkirakan masih bergerak dalam pola konsolidasi dengan kecenderungan sideways. “Secara teknikal, IHSG berpotensi bergerak sideways pada kisaran 6.100 hingga 6.250,” ujarnya.

Pelaku pasar akan mencermati sejumlah sentimen utama dalam beberapa hari ke depan, terutama hasil MSCI Annual Market Classification Review serta arah kebijakan suku bunga global yang berpotensi memengaruhi pergerakan rupiah dan aliran dana asing di pasar keuangan Indonesia.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua